Notification

×

Iklan

Image

Iklan

Image



PERKEMBANGAN COVID-19 DI INDONESIA




Pertamina Larang Jurnalis Metro TV liput Investigasi Bareskrim Polri

Rabu, 07 April 2021 | 20.57 WIB Last Updated 2021-04-07T13:57:38Z

 


Barakreportse.com, Indramayu- Kunjungan Kabareskrim Mabes Polri Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri., M.Si., pimpin Proses Investigasi penyebab Kebakaran Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (07/04/2021).


Dalam kunjungan Kabareskrim guna proses investigasi penyebab kebakaran kilang Pertamina Balongan sangat disesalkan awak media.Pasalnya pihak humas Pertamina adanya kerterbatasan coverall APD yang menjadi syarat wajib untuk masuk area terbatas di kilang Balongan. 


Ketua PWI Kabupaten Indramayu/Jurnalis Metro TV Dedy Mushasi sangat menyesalkan sikap Humas Pertamina, Ada keinginan dari sejumlah temen teman jurnalis yang diundang untuk meliput kegiatan Kabareskrim untuk mendapatkan visual dan foto di area tangki terbakar.


"Awalnya saya berinisiatif menghubungi pihak humas Pertamina disaksikan oleh humas Polres Indramayu. Oleh pihak humas Pertamina adanya kerterbatasan coverall APD yang menjadi syarat wajib untuk masuk area terbatas di kilang Balongan.Karena syaratnya Coverall, sayapun mengambil baju APD lengkap yang selalu saya bawa bila liputan ke area Pertamina. Sampe disini clear. Pihak HSE PT Pertamina RU VI Balongan memberikan stiker utk ditempelkan di kamera yang saya bawa untuk peliputan, Setelah mendapatkan id VVIP untuk masuk area kilang, saya satu bis dgn rombongan kabareskrim, Kapolda Jabar dan pejabat petinggi Polri lainnya,"Terang Dedi Mushasi.


Dedi Heran, ketika Tiba di gate masuk kilang, seluruh penumpang diminta turun. prosedur tersebut di ikuti oleh penumpang dan security meminta agar Telepon genggam serahkan. 


"Di pintu masuk tersebut, saya dilarang masuk oleh pihak security dengan suara di HT yang digenggamnya meminta Metro TV untuk tidak diperkenankan masuk. Ada apa ini ? Padahal seluruh persyaratan sudah saya penuhi. Bilapun dilarang meliput, pihak Pertamina kasih tau dari awal. Jangan dengan cara demikian, saya harus menunggu rombongan hingga 20 menit," Tegas Dedi


Oleh security, Dedi diminta kembali ke gedung putih dan ia menolak karena kamera Dedi dibawa oleh bis yg membawa rombongan Kabareskrim.



"Saya baru beranjak dari pos jaga, setelah dijemput oleh Bpk Ifki Sukarya dan Kasek RU VI Balongan Bpk Gede. Keduanya sy kenal waktu di PHE. Sehingga tidak terjadi ketegangan karena alat kerja saya tidak ada. Sy pun diajak ke gedung putih oleh bapak Ifki dan pak Gede. Kamera yg juga alat kerja saya Baru diberikan di gedung putih oleh seorang security,"ungkap Dedi.


Sementara itu Sekretaris Peraturan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Indramayu Cipyadi mengatakan, Dengan adanya' kejadian tersebut Secara kelembagaan, PWI Indramayu akan mengambil sikap terhadap hal ini. Apalagi ini dialami Ketua PWI sebagai simbol organisasi. 


"Tentu secara tertulis akan dituangkan dalam surat resmi. Secepatnya setelah selesai dikonsultasikan dengan PWI Jabar,"Pungkas Cipyadi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini