Notification

×

Iklan

Image

Iklan

Image



PERKEMBANGAN COVID-19 DI INDONESIA




Dua Penyebar Berita Hoax Di Amankan Satreskrim Polres Indramayu

Kamis, 01 April 2021 | 13.17 WIB Last Updated 2021-04-01T06:17:14Z



Barakreportsae.com, Polres Indramayu -Posting Berita Hoax.Dua Youtuber asal Indramayu di amankan Jajaran satreskrim polres Indramayu.



Dua yotober yang diamankan polisi tersebut diketahui telah membuat konten aksi pencurian dirumah warga yang terdampak bencana kebakaran meledaknya tangki BBM di areal kilang PT Pertamina RU VI Balongan.



"Dua youtuber itu adalah laki-laki berisinial SH (32) warga Kecamatan Gantar dan perempuan berinisial BS (19) warga Kecamatan Sukra,"Kata Kasat Reskrim polres Indramayu AKP Lutfi Olot Gigantara melalui Ipda Ardian.

 

Ia mengatakan, dalam postingannya, Dua Yotober tersebut menyebut banyak aksi pencurian dan penjarahan barang milik warga yang di tinggal mengungsi. "Padahal, Saat warga meninggalkan rumah untuk mengungsi saat itu rumah-rumah warga aman dan tidak ada aksi pencurian,"Jelas Dia.


Sementara itu, Kanit Tipidter Satuan Reskrim Polres Indramayu Ipda Ardian menjelaskan, kedua pelaku diamankan setelah tim patroli cyber Polres Indramayu menemukan postingan tersebut. 


Dari hasil profiling, polisi menemukan identitas sebuah akun FB milik HS yang berlokasi di Desa Cilandak Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu. 


"Awalnya kita profiling, kita dapatkan identitas pengunggah awal, setelah itu kita amankan untuk kita bawa ke Polres dan kita mintai keterangan," 


Ipda Ardian melanjutkan, penangkapan ini berdasarkan aduan dari masyarakat yang kini menjadi pengungsi akibat bencana tersebut.


Mereka mengaku resah dengan berita bohong yang dibuat pelaku dan melaporkan postingan itu ke polisi.


Dua youtuber itu kemudian diamankan polisi pada Selasa (30/3/2021).


Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti meliputi gadget, laptop, dan tangkapan layar postingan pelaku.


Atas perbuatannya, dua youtuber itu kini diancam dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 Miliar.


"Dua youtuber ini kita kenakan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik," ujar dia

Nanang




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini