Notification

×

Iklan

Image

Iklan

Image



PERKEMBANGAN COVID-19 DI INDONESIA




Dokmaru, Satu dari 99 Program Pemkab Indramayu pada Prioritas 100 Hari Kerja

Selasa, 09 Maret 2021 | 09.14 WIB Last Updated 2021-03-10T03:30:13Z
Pelaksanaan program Dokmaru di Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis, Minggu (8/3/2021).

Barakreportase.com, Indramayu - Luncurkan program prioritas pada 100 hari kerja setelah dilantik, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Indramayu Nina Agustina dan Lucky Hakim perkenalkan program Dokter Masuk Rumah (Dokmaru).

Program ini dimaksudkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Indramayu untuk mengoptimalkan pelayanan di bidang kesehatan.

Dokmaru sendiri merupakan salah satu program penunjang dari Visi Indramayu Bermartabat, di mana para tenaga kesehatan (Nakes) akan diterjunkan langsung ke rumah-rumah warga dalam rangka pelayanan kesehatan sesuai wilayah kerjanya masing-masing setelah adanya konfirmasi layanan di 119 atau nomor kontak 081 119 119 444.

"Kunjungan ke rumah warga ketika ada laporan dari warga ke layanan call center, yang diteruskan kepada pihak Nakes terdekat untuk kemudian ditindaklanjuti, sesuai wilayah dan kasus yang diderita warga. Sudah kami lakukan sebelumnya sehingga dengan adanya program Dokmaru akan lebih mengoptimalkan pelayanan kesehatan masyarakat, di mana kajian masalahnya lebih kompleks," kata Camat Haurgeulis Rory Firmansyah, Senin (8/3/2021) saat mendampingi pihak Nakes melaksanakan pelayanan program Dokmaru di Desa Sumbermulya.

Rory menuturkan, program Dokmaru dinilai akan lebih membuka ruang informasi bagi masyarakat dalam menyampaikan informasi langsung ke tingkat Kabupaten lewat call center yang disediakan, selanjutnya, laporan tersebut diakomodir dan ditindak lanjuti oleh institusi sesuai zona kasus berdasarkan sumber informasi.

"Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaran program Dokmaru, kami telah menempatkan para Nakes sebagai petugas Dokmaru. Selain itu, kunjungan langsung para Nakes ini dimaksudkan sebagai implementasi kajian masalah di lapangan yang lebih kompleks. Karena bukan hanya tentang masalah kesehatan saja, melainkan faktor lain juga bisa tergali untuk kemudian disolusikan secara bersama-sama, sehingga penanggulannya akan lebih maksimal," terang Rory.

Dalam kunjungannya di rumah warga di Desa Sumbermulya tersebut, Pemerintah setempat turut didampingi oleh Kepala UPT Kecamatan Haurgeulis, dr Basuki, Babinkamtibmas, Babinsa dan para perangkat desa dalam penanganan.

Sementara itu di tempat terpisah, Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengaku konsisten akan melaksanakan program unggulan selama masa 100 hari kerja, salah satunya yakni program Dokmaru dengan sistem integrasi, mengingat program tersebut menjadi salah satu bagian dari 99 program prioritas yang harus dilaksanakan guna mewujudkan Indramayu Bermartabat.

"Dalam waktu dekat semua program-program unggulan 100 hari kerja akan kita launching agar bisa diketahui oleh masyarakat luas," tuturnya.

Adapun 10 program prioritas 100 hari kerja Pemerintah Kabupaten Indramayu di antaranya yakni:


1. Cepat Tanggap (I-Ceta)

Sebuah program untuk memberikan solusi atau pertolongan pertama bagi permasalahan kemanusiaan dan darurat. 

2. Program Gerakan Berjamaah Subuh Keliling (Bersuling)

Sebuah program menjemput aspirasi masyarakat lewat temu warga melalui salat berjamaah. 

3. Dokter Masuk Rumah (Dokmaru) 

Program ini menjadi salah satu program layanan kesehatan yang menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat. 

4. Program Kredit Usaha Warung Cilik (Kruwcil)

Pogram yang memberikan bantuan kredit kepada warung kecil dan UMKM untuk mendorong perekonomian wong cilik bekerja sama dengan BPR. 

5. Program Lebu Digital (Ledig)

Sebuah program untuk mewujudkan smart Village atau desa cerdas. 

6. Program Berdikari (Peri)

Merupakan terobosan program pemberdayaan ekonomi yang diberikan kepada para perempuan purna pekerja Migran Indonesia dalam bentuk pelatihan skill dan pemberian permodalan. 

7. Program Desa Kabeh Terang (Dekat) 

Sebuah program untuk mengurangi angka kriminalitas dan kecelakaan di desa dengan membangun 1000 titik PJU. 

8. Program Alun-Alun Rakyat (Alur) 

Sebuah program untuk mengembalikan Alun-Alun Pendopo Kantor Bupati sebagai ikon dan simbol kedekatan pemimpin dengan rakyatnya. 

9. Program Lacak Aset Daerah (Lada) 

Sebuah program pembenahan, penataan dan penertiban aset aset daerah yang terbengkalai.

10. Program Kejar Paket ABC (Jaket) 

Sebuah program tuntas buta aksara dan penuntasan kejar paket A, B dan C.








Nanang

Editor: Ilham Gunawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini