Notification

×

Iklan

Iklan

Curah Hujan Tinggi, Waduk Cipancuh Kondisi Siaga, Ketua FKPPI Indramayu: 24 Jam Kami Monitor!

Minggu, 07 Februari 2021 | 23.28 WIB Last Updated 2021-02-07T17:45:32Z
Dok. Barakreportase

Barakreportase.com, Indramayu - Peningkatan debit air waduk Cipancuh di atas normal telah mengakibatkan terjadinya status siaga, Minggu (7/2/2021).

Waduk dengan kapasitas air 8 juta meter kubik dan seluas 700 hektare tersebut sebagian besar masuk dalam wilayah Desa Situraja Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu.

Jangkauan sistem irigasi yang berasal dari waduk ini mencakup area persawahan untuk 5 kecamatan di Indramayu barat, yakni Gantar, Haurgeulis, Kroya, Anjatan dan Bongas.

Diketahui, status siaga ini disebabkan akibat debit air yang telah mencapai 11 juta meter kubik, jauh melebihi batas normal. Kondisi ini tentu saja memunculkan kekhawatiran warga sekitar.

Volume debit air waduk yang melebihi batas kapasitas, diperkirakan akan mengakibatkan tanggul jebol kapan saja. Jika hal ini terjadi, dampak yang ditimbulkan adalah tenggelamnya sawah dan permukiman warga di Kecamatan Haurgeulis, Anjatan, Sukra dan sekitarnya. Melihat kondisi tersebut, aparat kemudian disiagakan 24 jam, guna memantau status siaga ini.

"Kondisi status siaga ini sedang terus kami pantau. Di lokasi, sudah ada petugas gabungan dan rekan-rekan dari penanggulangan bencana alam selama 24 jam guna memonitor," kata Ketua FKPPI Kabupaten Indramayu, Asep Mahmud.

Menurutnya, selain karena intensitas hujan yang tinggi, penambahan kapasitas debit air dari aliran sungai kecil seperti Sungai Cibiuk, Sungai Ciseuseupan, Sungai Cipancuh, Sungai Cihoe, dan Sungai Cikeludan ikut mempengaruhi jumlahnya.

"Selain karena air hujan langsung, penambahan debit air terjadi karena aliran-aliran sungai di sekitarnya," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update