Notification

×

Iklan

Iklan

Ini Langkah Bikin Video Cover Lagu Agar Tak Langgar Aturan

Senin, 28 September 2020 | 12.20 WIB Last Updated 2020-09-28T05:23:19Z

Ilustrasi pembuatan video cover lagu.

Barakreportase.com, Indramayu - Mengcover lagu populer dan mengunggahnya di media sosial sudah menjadi tren di era digital. Cara ini digunakan untuk menunjukkan kebolehan tarik suara. Dengan cara ini pula orang-orang meraih kesuksesan meskipun legalitasnya dipertanyakan.


Sejatinya, tidak ada larangan untuk menyanyikan lagu dari penyanyi terkenal. Namun, cover lagu akan jadi masalah ketika lagu hasil reproduksi itu dipublikasikan luas dan menjadi kegiatan komersial. Hal itu dianggap melanggar Undang Undang Hak Cipta.


Oleh sebab itu, bagi yang suka bikin cover lagu mesti berhati-hati jika ingin melakukannya. Berikut ini, paparan beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk membuat cover lagu.


Izin dari label atau publisher lagu wajib didapatkan jika cover lagu tersebut ditujukan untuk publikasi seperti lewat platform YouTube. Untuk mendapatkan izin, musisi cover harus menghubungi pihak label atau publisher, karena mereka yang memegang lisensi pendistribusian karya dari artis.


Sebelum meng-cover lagu dapat membicarakan mengenai tujuan pembuatan karya kepada pemegang lisensi, baik itu untuk tujuan hiburan semata atau untuk komersil. Jika tujuannya komersial, maka ada prosedur yang harus dilakukan dan kesepakatan lebih lanjut dengan label atau publisher.


Jangan Asal Monetisasi


Ketika video cover lagu diunggah di YouTube dan mendapatkan banyak penonton, seseorang bisa mendapatkan uang dari Adsense. Tapi, YouTube dan Google telah memiliki ketentuan tersendiri mengenai adsense di video yang menampilkan karya milik orang lain. Melalui sistem Content ID, YouTube dapat membaca dan mengenali video yang diunggah berisi karya orang lain, sehingga monetisasi diarahkan kepada pemilik karya aslinya.


"Content ID memindai video yang ada di YouTube, mencari video lain yang sesuai dengan suara rekaman dan komposisi aslinya. Sistem ini memungkinkan pemegang hak cipta untuk memonetisasi unggahan dari penggemar dan membagi penghasilannya dengan artis," bunyi keterangan di YouTube Creator Academy.


Selain melalui Content ID, pemilik video asli juga bisa melaporkan pelanggaran hak cipta kepada YouTube. Setelah laporan diterima, video yang berisi konten yang dianggap menjiplak akan dihapus.


Temukan Karakter Suara


Membuat video cover lagu tidak melulu bertujuan meraup pundi-pundi, tapi jadikan itu medium untuk melatih kemampuan. Jika hanya sekadar menyanyikan lagu asli tanpa ada kreasi atau improvisasi, maka video cover lagu bisa dianggap kurang menarik oleh penonton. Lihat saja musisi cover yang kini naik daun, mereka punya ciri khas dan karakter suara yang membuatnya disukai dan mudah diingat.


Buat Rekaman yang Bagus


Meski tak bertujuan untuk mendatangkan pundi-pundi penghasilan, buatlah rekaman suara dan video yang bagus. Namun, bukan berarti harus mengedit habis-habisan hasil rekaman tersebut. Hal yang paling penting, suara dapat terdengar jernih dan gambar yang dihasilkan cukup jelas.


Nah sekarang keputusan berada di tangan Anda sendiri. Apakah ingin membuat video cover lagu yang mendatangkan penghasilan, atau sekadar ingin menunjukkan bakat terpendam saja. (red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update