Notification

×

Iklan

Iklan

PDI-P Tinjau dan Pastikan Irigasi Aman untuk Petani Indramayu

Kamis, 09 Juli 2020 | 18.44 WIB Last Updated 2020-07-09T14:13:30Z
Penulis: Alen Delon | Editor: Redaksi
Proses peninjauan saluran irigasi di areal persawahan di Kecamatan Kandanghaur, Indramayu. (Foto: Red, Nanang)

Barakreportase.com, Indramayu
- Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, lakukan kunjungan lapangan guna memantau dan memastikan air pada saluran irigasi sampai ke lahan persawahan petani di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (9/7/2020).


Dalam kunjungannya tersebut, Ono Surono hadir bersama Nusyirwan Soejono Ketua DPP PDI Perjuangan bidang industri, tenaga kerja, infrastruktur, Ir. Suparji Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian PUPR, H. Sirojudin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu didampingi Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Indramayu.

"Indramayu mempunyai lahan sawah terbesar di Jawa Barat, problem utamanya adalah selalu tentang kebutuhan air. Ini jadi ironi, lumbung padi tapi masih ribut soal kekurangan air,” kata Ono yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.

Ono mengungkapkan, langkah ini merupakan bagian dari instruksi langsung dari ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

"Ke depan, seluruh infrastruktur pertanian harus bisa digunakan secara maksimal. Sehingga kita akan memastikan pemerintah bisa hadir membela petani," terangnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Nusyirwan Soejono mengatakan, kunjungannya tersebut dalam rangka melihat langsung keadaan irigasi yang ada di Indramayu. Selain itu, lanjut Nusyirwan, ingin memastikan jika PUPR dan BBWS bisa mengondisikan air untuk Petani.

"Kita sekarang bisa lihat bersama, di sini air mengalir, ini akan kita pantau terus sampai petani panen nanti," ujarnya.

Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian PUPR, Suparji menyampaikan, pihaknya sudah menurunkan dua alat berat untuk melakukan normalisasi di sungai Cipanas.

"Ini semua kami lakukan agar dapat mengalirkan air sampai ke wilayah pertanian Kandanghaur Indramayu ini,” kata dia.

Suparji mengatakan, setelah air bisa mengaliri areal pertanian Kandanghaur, selanjutnya dia berharap petani agar disiplin mengikuti jatah gilir air, supaya nanti air bisa digunakan secara maksimal.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua KTNA Kandanghaur, Indramayu, Waryono, ia berharap aliran air ke areal pertanian bisa 3 hingga 5 kali lagi, agar panen masa tanam kedua ini bisa panen.

“Mudah-mudahan air yang mengalir saat ini bisa menjadi berkah bagi pertanian kami. Sekarang yang sudah tanam ada sekitar 1.437 Hektar dan yang belum tanam ada sekitar 2.000 an Hektar lahan lagi,” kata Waryono.

"Banyak laporan dari petani menyampaikan bahwa kendala petani pada masa tanam kedua selalu kekurangan pasokan air dan kurangnya perhatian dari dinas terkait," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update