Notification

×

Iklan

Iklan

Korupsi Dana Desa Rp 1,2 Miliar, Tersangka ini Dibekuk Polisi Setelah Buron 1 Tahun

Jumat, 19 Juni 2020 | 17.45 WIB Last Updated 2020-06-19T15:58:28Z
Redaksi | Editor: Ilham Gunawan
Tersangka korupsi Dana Desa asal Banten yang buron selama setahun. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Cilegon
- Polisi berhasil menangkap tersangka korupsi dana desa Pulo Panjang, Kabupaten Serang di wilayah Lebak, Banten. Diketahui, tersangka berinisial D tersebut ditangkap setelah buron selama setahun.


Tersangka ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Ciujung Barat, Rangkasbitung, Lebak. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan berada di kediaman rekannya. Tidak membutuhkan waktu lama, pengejaran langsung dilakukan untuk mengamankan tersangka.

"Pada minggu kemarin kita berhasil melakukan penangkapan terhadap saudara inisial D yang mana kurang lebih satu tahun sekian yang bersangkutan DPO terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah Pulo Panjang, Kabupaten Serang," kata Kanit III Satreskrim Polres Cilegon, Iptu Choirul Anam seperti dilansir detikcom, Jumat (19/6/2020).

Selama buron, tersangka beralih profesi menjadi sopir taksi di Jakarta. Profesinya tersebut dijalankan selama setahun lebih. Akibat adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, tersangka kemudian lari ke Lebak hingga akhirnya ditangkap.

"Memang hasil keterangan setelah kita melakukan pemeriksaan setelah dia melakukan perbuatan melawan hukum untuk kepentingan pribadi saat itu dia mengundurkan diri jadi PNS kemudian dia bekerja di Jakarta sebagai sopirt taksi," jelas Choirul.

Setelah diselisik, diketahui tersangka D berperan sebagai penginput data di Kecamatan Pulo Ampel. Selain menginput data, lanjut Choirul, pelaku juga membuat laporan fiktif penggunaan dana desa Pulo Panjang hingga merugikan negara sebanyak Rp 1,2 miliar.

"Peran pelaku sebagai mana keterangan tersangka yang sudah divonis yaitu kepala desanya inisial S yang mana yang bersangkutan membuat laporan-laporan fiktif dan segala kegiatan-kegiatan yang tidak pernah dilakukan dan uang hasil pencarian tersebut dipergunakan untuk kedua pelaku untuk kepentingan pribadi," ujarnya.

"Kerugian hasil temuan BPKP kurang lebih Rp 1,2 miliar," imbuh Choirul.

Tersangka D terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun karena melanggar Pasal 2 UU Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan UU Nomor 31 Tahun 1991 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update