Notification

×

Iklan

Iklan

Kominfo: Ada 103 Hoax Tentang Covid-19, Kini Telah Ditangani Polisi

Minggu, 21 Juni 2020 | 21.34 WIB Last Updated 2020-06-21T14:34:15Z
Redaksi | Editor: Ilham Gunawan
Ilustrasi postingan hoax. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Jakarta
- Hoax terkait virus Corona (COVID-19) masih terus beredar hingga saat ini, menurut Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), setidaknya ada 80 hoax yang beredar dalam setiap minggunya.


"Ada di Facebook, di Twitter, dan situs lainnya. Jumlahnya setiap hari berubah-ubah. Tiap minggu rata-rata 60, 80, tergantung. Tapi bangsa kita ini, masyarakat kita ini ada yang suka dengan hoax. Juga ada yang suka menyebarkan," kata Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kominfo, Henri Subiakto, dalam webinar 'Diseminasi Informasi di Era Pandemi COVID-19' pada Minggu (21/6/2020).

Henri mengatakan, angka tersebut pun terus bertambah hingga hari ini. Dari jumlah tersebut, tercatat pada 2 minggu lalu ada 103 hoax yang sudah dilaporkan.

"Jumlahnya yang sudah ditangani langsung oleh polisi, 2 minggu yang lalu jumlahnya 103. Sekarang sudah sekitar 110 dilaporkan ke polisi karena melanggar perundang-undangan. Hampir merata di berbagai daerah," ujarnya.

Henri mengungkapkan, bahwa hoax yang beredar beragam. Misalnya ada berita mengenai pemerintah Italia yang meminta dibacakan Al-Qur'an untuk menangkal virus Corona.

"Ada dari luar negeri Pemerintah Itali minta dibacakan Al-Qur'an dan doa-doa untuk menangkal Corona. Ada berita seperti itu, padahal itu hoax. maka kita stempel 'hoax'. Ada video yang di-share sedang mengeluarkan dahak kental dan disebut Corona, padahal itu cancer," kata Henri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update