Notification

×

Iklan

Iklan

Jokowi Minta 'Gigit' Oknum Korupsi Dana Covid-19, Direktur CBA: Pernyataan Basa-basi Saja

Jumat, 19 Juni 2020 | 16.49 WIB Last Updated 2020-06-19T09:50:36Z
Redaksi | Editor: Ilham Gunawan
Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Jakarta
- Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta 'gigit' oknum korupsi dana penanganan virus Corona (COVID-19) dinilai oleh Direktur Eksekutif Center for Budjet Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi sebagai pernyataan basa-basi saja, Jumat (19/6/2020).


Menurutnya, pernyataan presiden Jokowi tersebut tidak sejalan dengan gerak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Coba lihat KPK sebagai pendukung kebijakan pemerintah, sampai saat ini masih santai-santai saja," kata Uchok, saat dilansir sindonews.com, Kamis (18/6/2020).

KPK hingga saat ini, lanjut Uchok, masih tampak tenang dan belum bergerak untuk memanggil pihak-pihak yang diduga menyelewengkan dana bansos dan dana-dana COVID-19 lainnya.

Di sisi lain, Uchok juga menyebutkan, bahwa KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi hanya digunakan orang sebagai lokasi 'berteduh' dan juga tempat tinggal.

Pernyataan Presiden Jokowi terkait pintanya untuk 'gigit' pelaku korupsi dana COVID-19, menurutnya, dianggap terlalu bersemangat.

"Karena terlalu semangat, maka jadi ambyar. Itu peserta (Dewan) Pengawas (KPK) jadi bingung sendiri, entah apa yang dilakukan karena ada diingatin jangan menggigit orang yang tidak salah," ujarnya.

Uchok menambahkan, jika orang bersalah atau tidak, seharusnya bisa dibuktikan di depan pengadilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update