Notification

×

Iklan

Iklan

Gelar Giat Sosialisasi 4 Pilar, Ono Surono Ungkap PDI Perjuangan Pancasila Sejati

Minggu, 28 Juni 2020 | 17.13 WIB Last Updated 2020-06-28T10:13:21Z
Penulis: Alen Delon | Editor: Redaksi
Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono saat sampaikan materi di kegiatan 4 Pilar Kebangsaan. (Foto: Red, Alen)

Barakreportase.com, Indramayu
- Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, menggelar kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) di Kantor Sekretariat RAOS Desa Sindangkerta, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (28/6/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Rumah Aspirasi Ono Surono (RAOS) se-Indramayu, perwakilan pengurus DPC PDI Perjuangan Indramayu, serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Ono Surono mengatakan, sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini merupakan inisiasi dari salah tokoh PDI Perjuangan, yakni Taufiq Kiemas selama menjabat sebagai Ketua MPR.

Menurutnya, PDI Perjuangan merupakan salah satu partai politik di Indonesa yang berada di garda terdepan dalam mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sosialisasi 4 Pilar idenya dari PDI Perjuangan, sehingga sampai saat ini seluruh fraksi DPR RI melakukan kegiatan sosialisasi tersebut," ujarnya.

Penyebutan empat pilar, lanjut Ono, tidaklah dimaksudkan bahwa keempat pilar tersebut memiliki kedudukan yang sama, namun Pancasila tetap diposisikan sebagai dasar dan ideologi negara yang berkedudukan di atas tiga pilar lainnya.

"Pemikiran yang melatar belakangi pentingnya menyosialisasikan dan membudayakan empat pilar sebenarnya berawal dari kepedulian dalam melihat perkembangan kebangsaan Indonesia di era reformasi yang bergulir sejak 1998," jelasnya.

Ono menuturkan, gelombang perubahan reformasi itu, tidak saja berdampak positif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga membawa sejumlah tantangan kebangsaan yang perlu dicarikan solusinya.

"Misalnya, saat ini ada pertarungan ideologi, bukan hanya dari kelompok Islam garis keras, tetapi juga dari kelompok kapitalis. Sehingga, PDI Perjuangan selalu dikaitkan dengan isu-isu PKI," imbuhnya.

Selain itu, Ono menuturkan, bahwa tidak ada kader PDI Perjuangan menyerang penganut agama dalam menjalankan ibadahnya. 

"Hal tersebut menjadi salah satu prinsip yang dilakukan PDI Perjuangan, bagaimana agar Kader PDI Perjuangan sudah mengamalkan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, menjaga persatuan Indonesia dan NKRI harga mati dalam implementasi Pancasila sebagai ideologi yang membumi dan bekerja," paparnya.

Ono menambahkan, kader PDI Perjuangan terdiri dari beragam latar belakang, yakni seperti kalangan tokoh-tokoh agama, ulama, kiai, ustaz dan nasionalis. Dengan demikian, menurutnya, hal tersebut tidak menjadikan PDI Perjuangan sebagai partai politik anti agama atau anti pancasila.

"PDI Perjuangan adalah Pancasila sejati," tegasnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Indramayu, Edi Fauzi mengatakan, selama ini pemerintahan Jokowi dianggap telah pro rakyat sehingga membuat gerah para pengusaha atau pihak-pihak tertentu. Menurutnya, hal tersebut memunculkan pihak-pihak untuk mengadu domba rakyat, agar terpancing dengan apa yang direncanakan.

"Saya sebagai kader ansor dan banser, tetap tiarap, tidak terpengaruh dengan isu-isu di luar yang mengadu domba antar kader ansor dan PDI Perjuangan," kata Edi.

Tuduhan kepada PDI Perjuangan, menurut Edi, sangat tendensius, yakni menganggap sebagai partai politik yang anti Pancasila dan agama. Edi meyakini, bahwa hal tersebut tidaklah benar.

"Justru PDI Perjuangan merangkul semua golongan. Sebagai contoh, di momentum hari lahir pancasila ini, PDI Perjuangan yang tetap konsisten memperingati, bahkan sebulan penuh dengan beragam kegiatan gotong royongnya di berbagai sektor, hingga merangkul kaum millenial," kata Edi.

Edi mengungkapkan, beberapa waktu lalu Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono, telah membela pesantren atas kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait penanggulangan COVID-19.

"Sehingga jelas, PDI Perjuangan juga peduli terhadap pesantren dan para ulama, yakni dalam hal keagamaan," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update