Notification

×

Iklan

Iklan

Dinilai Jauh dari Rasa Keadilan, 2 Penyerang Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Bui

Sabtu, 13 Juni 2020 | 20.10 WIB Last Updated 2020-06-13T13:10:12Z
Redaksi | Editor: Ilham Gunawan
Proses persidangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (Foto: Detik.com)

Barakreportase.com, Jakarta
- Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad ikut angkat suara perihal tuntutan jaksa terhadap dua penyerang Novel Baswedan yang hanya mendapat hukuman pidana selama 1 tahun penjara dengan alasan para terdakwa tidak sengaja menyiram air keras ke bagian muka. Suparji menilai tuntutan kepada kedua penyerang Novel jauh dari rasa keadilan.


"Tuntutan itu jelas jauh dari rasa keadilan masyarakat," ujar Suparji seperti dikutip detikcom, Sabtu (13/6/2020).

Selain itu, Suparji mengkritik penyataan jaksa terkait ketidaksengajaan para penyerang menyiram air keras ke bagian mata. Menurutnya, itu alasan yang mengada-ada.

"Dia menginstruksikan niatnya adalah hanya menyiram badan, kemudian kena mata ya sebetulnya kan seorang pelaku sudah memperkirakan bahwa minyak (air keras) yang dipakaikan, minyak yang membahayakan, jadi saya kira itu alasan yang mengada-ada," ujarnya.

Suparji turut berkomentar mengenai hal lainnya yang meringankan tuntutan. Salah satunya soal permintaan maaf para pelaku terkait aksi penyiraman air keras.

"Alasan yang meringankan karena dia minta maaf, kemudian dia kooperatif, Saya kira itu adalah tidak tepat, dia itu minta maaf ke siapa? Apakah Novel Baswedan sudah memaafkan itu dan koperatif kan ukurannya apa gitu maka saya mengatakan ini jauh dari rasa keadilan masyarakat," lanjut Suparji.

Dua penyerang Novel, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis dituntut jaksa dengan hukuman 1 tahun penjara. Keduanya dinilai melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update