Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Corona, 16 Orang Meninggal Karena DBD dalam Sepekan di Tasikmalaya

Senin, 22 Juni 2020 | 15.02 WIB Last Updated 2020-06-22T08:02:55Z
Redaksi | Editor: Ilham Gunawan
Ilustrasi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Tasikmalaya
- Dalam sepekan terakhir, Kota Tasikmalaya terus mendapat serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Jumlah warga yang meninggal saat ini sudah sebanyak 16 orang. Sedangkan total penderita 598 orang.


Jumlah warga meninggal tercatat melonjak dalam kurun satu pekan kebelakang yang masih berjumlah 11 orang. Pasien meninggal rata-rata dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi drop.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengungkapkan, serangan penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini terus meningkat.

"Warga diminta waspada. Jangan biarkan sarang nyamuk ada di rumah. Karenanya lakukan selalu pemberantasan sarang nyamuk," kata Suryaningsih, dikutip tribunnews.com, Senin (22/6/2020).

Ia menegaskan, serangan DBD juga tidak melihat usia. Semua berpeluang sama terserang. Mulai balita, dewasa hingga orang tua.

"Saya lihat di data balita juga cukup banyak," ujar Suryaningsih.

Sementara korban meninggal paling banyak di Kecamatan Kawalu dengan jumlah lima orang. Kemudian Cipedes tiga orang, Purbaratu, Cihideung dan Bungursari masing-masing dua orang, Cihideung dan Bungursari masing-masing dua orang serta Indihiang dan Tawang masing-masing satu orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

"Berbagai upaya telah kami lakukan untuk mengantisipasi serangan DBD. Termasuk fogging. Tapi yang paling berpengaruh adalah perilaku warga, terutama kegiatan pemberantasan sarang nyamuk," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update