Notification

×

Iklan

Iklan

Beredar Postingan Netizen: Tidak Ada Pasien yang Murni Meninggal Karena Covid-19, ini Tanggapan Dokter

Senin, 08 Juni 2020 | 14.51 WIB Last Updated 2020-06-08T07:51:57Z
Redaksi | Editor: Ilham Gunawan
Postingan salah satu netizen di Facebook terkait Covid-19. (Foto: Tangkapan layar)

Barakreportase.com, Jakarta
- Tidak sedikit di antara netizen di media sosial memiliki anggapan bahwa virus Corona atau COVID-19 tidak berbahaya. Mereka percaya bahwa tidak ada pasien yang murni meninggal karena disebabkan virus Corona, melainkan penyebab sebenarnya adalah karena hal-hal atau penyakit lain.


"Tidak ada orang yang meninggal murni karena covid-19 dikarenakan di dalam tubuhnya ada beraneka macam virus dan bakteri yang sudah masuk terlebih dahulu jauh hari sebelum corona masuk... Jika ada ribuan orang yang meninggal karena Corona, itu artinya sebelum corona Datang sudah ada ribuan macam virus yang menyerang orang-orang tersebut. Sehingga ketika corona datang, antibodi di tubuhnya sudah tidak bisa mengantisipasi lagi," tulis satu pengguna di Facebook.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menjelaskan, terkait anggapan tersebut tidak benar. Faktanya, di lapangan ada pasien positif virus Corona yang meninggal dunia tanpa penyakit penyerta.

"Harus diluruskan. Fakta-fakta kasus kematian pasien COVID-19 itu ada," kata dr Agus seperti dilansir detikcom, pada Senin (8/6/2020).

Dikutip dari situs covid19.go.id, sebanyak 97,7 persen dari 1.851 pasien Corona yang meninggal di Indonesia per Minggu (7/6/2020), berstatus tidak memiliki data lengkap atau tanpa kondisi penyerta.

Spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, dari Omni Hospitals Pulomas berpesan masyarakat tidak boleh lengah. Alasannya karena jumlah kasus Corona yang dilaporkan di Indonesia setiap hari masih belum menunjukkan penurunan yang stabil.

"Iya, saat ini ada kecenderungan masyarakat mulai meremehkan penyakit ini," kata dr Dirga saat dihubungi terpisah.

"Masyarakat harus terus diingatkan bahwa penyakit ini berbahaya. Sampai sekarang belum ada obat dan vaksinnya. Siapapun bisa terinfeksi, siapapun bisa mengalami kasus yang berat atau fatal," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update