Notification

×

Iklan

Iklan

Sempat Panik Mengira Tsunami, Warga Subang Dikejutkan Adanya Banjir Rob, ini Penjelasan BMKG..

Sabtu, 23 Mei 2020 | 06.51 WIB Last Updated 2020-05-22T23:51:23Z
Redaksi | 
Editor:
Ilham Gunawan
Banjir rob di Subang masuk ke permukiman warga. (Foto: Tribunnews)

Barakreportase.com, Subang
- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ikut memberikan penjelasan terkait adanya banjir rob yang terjadi di Pondok Bali, Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020).


Dijelaskan Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya, bahwa banjir tersebut terjadi lantaran suhu muka laut di wilayah selatan Jawa Barat, yang berkisar 30-31 derajat celcius.

Dikutip dari Kompas.com, Tony menilai kisaran tersebut membuat pertumbuhan awan cukup hangat.

Kemudian aktivitas pergerakan konveksi yang terjadi berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia Barat, khususnya di Jawa Barat.

Berdasarkan pola sebaran, pada ketinggian 3.000 kaki wilayah Jawa Barat bagian utara dilewati oleh daerah belokan angin.

"Kecepatan angin di wilayah laut Kabupaten Subang berkisar 30 knot atau 56 kilometer per jam (angin kencang) yang berpotensi menyebabkan gelombang tinggi," ujar Tony.

Menurut Tony, berdasarkan kondisi musim, pada Mei 2020 memang memasuki masa transisi.

Hujan yang terjadi masih karena faktor pemanasan pagi hingga siang hari.

Hal tersebut menyebabkan terbentuknya awan konvektif dengan jenis Cumulonimbus, yang berpotensi terhadap cuaca ekstrem berupa angin kencang pada siang, sore atau malam hari.

Diketahui, banjir rob menerjang Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan, Legon Kulon, Kabupaten Subang pada Rabu (20/5/2020).

Air laut masuk ke rumah-rumah warga hingga ketinggian 0,8 meter.

Air laut yang naik secara tiba-tiba itu membuat warga panik, lantaran dikira terjadi tsunami.

Warga yang panik berbondong-bondong menyelamatkan diri.
×
Berita Terbaru Update