Notification

×

Iklan

Iklan

Penerapan PSBB di Garut, Dinilai Lebih Mirip Car Free Day

Rabu, 13 Mei 2020 | 05.07 WIB Last Updated 2020-05-12T22:07:14Z
Redaksi | 
Editor:
Ilham Gunawan
Suasana kawasan pengkolan Garut. (Foto: Doc. porosgarut.com)

Barakreportase.com, Garut - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Garut menuai sejumlah kritik karena dianggap tidak efektif. Pasalnya, penerapan PSBB tersebut, khususnya di pusat kota, dinilai sebagian kalangan warga lebih mirip seperti penyekatan jalan saat Car Free Day (CFD).

Memasuki hari ketujuh penerapan PSBB yang digelar sejak Rabu (6/5/2020) lalu di 14 kecamatan di Garut, telah menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Sebagian masyarakat mendukung kebijakan tersebut, namun sebagian lainnya justru mengkritik penerapan PSBB di Garut. Ada banyak hal yang menjadi sorotan.


Selain sanksi yang tidak tegas bagi pelanggar PSBB, penerapan PSBB di pusat kota juga menjadi sorotan. Sebagian kalangan warga menyebut PSBB di pusat kota Garut, lebih mirip penutupan jalan saat gelaran CFD setiap hari Minggu pagi.

Seperti diungkap salah seorang warga Garut, Ade Farhan (35). Ade mengatakan, PSBB di Garut tidak efektif dan mirip CFD.

"Saya melihat ini seperti Car Free Day. Sekarang kita lihat aja di kota. Kendaraan tidak boleh masuk ke kota, tapi orangnya boleh. Saya jadi berpikir apakah Pemda menganggap Corona itu menular lewat kendaraan atau seperti apa. Ini jelas sangat konyol," kata Ade seperti dilansir detik.com, Selasa (12/5/2020).

Ade melihat masyarakat tetap santai belanja dan jalan-jalan di kawasan perkotaan Garut selama PSBB karena tidak ada sanksi yang diterapkan pemerintah bagi pelanggar PSBB.

Selain itu, Ade juga melihat ada fenomena baru yakni maraknya parkir liar di pusat kota.

"Jadi kan ini jalanan ditutup, otomatis mereka parkir di batas jalan yang ditutup itu. Ini jadi bisnis baru karena yang parkir itu tidak hanya satu dua kendaraan," lanjutnya.

Ade menambahkan, dia menganggap PSBB yang diterapkan di Garut khususnya di pusat kota tidak efektif. Ade berharap Pemda bisa lebih tegas dalam penegakan aturan dan penerapan sanksi bagi pelanggar.

"Jangan sampai pemda hanya ikut-ikutan menjalankan PSBB saja," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update