Notification

×

Iklan

Iklan

Pemerintah Harusnya Lebih Perhatikan Persiapan Penerapan Konsep New Normal di Pesantren, Bukan Mal

Rabu, 27 Mei 2020 | 23.46 WIB Last Updated 2020-05-28T03:00:46Z
Redaksi | Editor:
Ilham Gunawan
Anggota Komisi IX DPR RI, Nur Nadlifah. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Jakarta - Terkait rencana konsep new normal yang diinisiasi pemerintah lewat pembukaan mal di Bekasi, menurut anggota Komisi IX DPR Nur Nadlifah, dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, jika ingin mematangkan konsep new normal seharusnya pemerintah menyiapkan penerapannya di pesantren, bukan di mal.

"Yang mesti diperhatikan juga new normal untuk pesantren, kalau mal itu kan relatif lebih bisa diantisipasi untuk tidak berdesakan terus pengunjungnya dibatasi, jam bukanya biasanya jam 10 bisa sampai 8. Tetapi, pesantren?," kata Nadlifah seperti dilansir kumparancom, Rabu (27/5/2020).

"Anak-anak harus kembali belajar, nah ini harus dipikirkan. Pemerintah harus memikirkan tentang pembukaan new normal untuk pendidikan pesantren ini seperti apa," sambungnya.

Nadlifah mengatakan, mal belum mendesak untuk dibuka, kecuali untuk urusan logistik.

"Mal urgensinya menurut saya masyarakat tidak terlalu (mendesak) tetapi kalau logistik menurut saya memang kepentingan masyarakat," ujar Politikus PKB itu.

Nadlifah juga menyoroti soal belum maksimalnya sejumlah infrastruktur menuju new normal. Mulai dari kesiapan fasilitas kesehatan hingga masih minim dan lamanya pelaksanaan tes swab PCR.

"Menurut saya kesiapan infrastruktur yang lain itu menurut saya belum maksimal. Memang harus kembali ke protokol disiplin masyarakat, disiplin pemangku kebijakan juga, bikin aturan konsisten, sehingga masyarakat enggak bingung," tandasnya.

Saat ini penerapan new normal disiapkan di 4 Provinsi dan 25 kabupaten kota sebagai tahap awal. Aparat TNI-Polri pun dikerahkan untuk memastikan masyarakat disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update