Notification

×

Iklan

Iklan

Pasca Lebaran, Epidemiolog Prediksi Akan Ada Ledakan Kasus Positif Corona di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2020 | 22.01 WIB Last Updated 2020-05-25T09:22:38Z
Redaksi | 
Editor:
Ilham Gunawan
Ilustrasi tenaga medis yang kewalahan menangani pasien Corona. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Jakarta
- Diperkirakan akan terjadi ledakan pasien Corona sepekan setelah Idul Fitri atau Lebaran 2020. Hal tersebut seperti disampaikan oleh salah seorang pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif. Menurutnya, penambahan jumlah warga yang terinfeksi atau positif Corona, bahkan bisa mencapai ribuan per hari.


"Tunggu lima sampai tujuh hari (potensi terjadi kenaikan penderita COVID-19)," kata Syahrizal dilansir tempo.co, Minggu (24/5/2020).

Syarif mengatakan, bahwa ledakan jumlah pasien positif Corona terjadi disebabkan kecerobohan masyarakat yang tidak mematuhi kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Seperti dalam beberapa hari sebelum lebaran, warga justru memenuhi pasar dan toko-toko baju atau swalayan.

Selain itu, banyak dari sebagian warga juga tidak mematuhi seruan pemerintah terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri di rumah. Kerumunan warga di pasar hingga di masjid saat Salat Idul Fitri, menurutnya, berpotensi terjadinya transmisi lokal penularan virus.

"Sudah pasti berdampak pada penularan kasus," ujarnya.

Syarif mengungkapkan, saat ini kasus asymtomatic atau orang tanpa gejala cukup tinggi, yakni telah mencapai 20-40 persen di kalangan anak muda. Mereka yang tidak merasakan sakit ini, lanjut dia, sangat berpotensi menularkan virus ke orang lain. 

"Ini paling berbahaya," tambahnya.

Menurut dia, puncak wabah Corona akan segera terjadi, khususnya di Jakarta, karena banyak warga yang tidak patuh saat menjelang dan saat lebaran.

"Ini akan menjadi puncak wabah. Bisa lebih tinggi jika nanti ada arus balik ke Jakarta dan kota-kota besar di Jawa," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update