Notification

×

Iklan

Iklan

Mengharukan! Sembuh dari Covid-19, Bidan Suwarti Disambut Hangat Warga dengan Selawat

Minggu, 24 Mei 2020 | 21.11 WIB Last Updated 2020-05-24T14:13:45Z
Redaksi | 
Editor:
Ilham Gunawan
Bidan Suwarti saat disambut warga dalam perjalanan pulang ke kediamannya. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Sragen - Ratusan warga Desa Jambanan Kecamatan Sidoharjo, Sragen, berjajar sepanjang dua kilometer menyambut kepulangan salah seorang warganya yang sembuh dari virus Corona atau COVID-19. Mereka berjajar sambil membawa poster dan bendera dalam menyambut dan memberi semangat kepada pasien sembuh tersebut.

Diketahui, pasien sembuh tersebut bernama Suwarti (47), seorang bidan yang bertugas di Puskesmas Sidoharjo. Sebelumnya Suwarti sempat merawat pasien positif COVID-19 berusia 70 tahun di Puskesmas dan tertular.

Setelah sempat menjalani perawatan selama 25 hari di Rumah Sakit Darurat Teknopark Sragen, Suwarti dinyatakan sembuh usai dua kali hasil uji swab-nya negatif.

Saat diantar pulang dengan menggunakan ambulans, pada Jumat (22/5/2020), Suwarti tidak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat sambutan hangat dari warga. Beberapa ibu yang menyemangati di pinggir jalan, juga turut menangis sambil terus meneriakkan kata semangat kepada sang bidan.

Sementara, lantunan selawat juga turut dikumandangkan warga tanpa henti hingga Suwarti tiba di rumah. Setibanya di rumah, Suwarti langsung melakukan sujud sebagai ungkapan rasa syukur.


Warga berjejer saat menyambut kedatangan Bidan Suwarti pulang.

"Saya terharu, ternyata masyarakat Jambanan itu memang begitu peduli sama saya. Saya berterima kasih sekali atas sambutannya," cerita Suwarti kepada wartawan, Minggu (24/5/2020).


Suwarti bercerita usai rapid test-nya dinyatakan positif pada 20 April 2020, dirinya langsung menjalani tes swab sehari berikutnya. Hasil swab yang keluar pada 26 April mengkonfirmasi dirinya terpapar Corona.

"Malamnya langsung dijemput petugas untuk dirawat di RSD. Sebenarnya dari awal saya tidak merasa ada gejala apa-apa ya. (Hanya) Meriang-meriang tapi saya anggap biasa karena saya sering merasa seperti itu," paparnya.

Namun sesampainya di RSD Teknopark, hasil rontgen Suwarti menunjukkan ada flek di paru-parunya. Menurut Suwarti, rontgen tersebut menunjukkan adanya peradangan di dalam parunya.

"Memang 25 hari (dirawat) bukan waktu yang singkat. Karena tidak boleh puasa, saya habiskan waktu dengan mengaji, kadang ya cari kesibukan. Saya berusaha untuk tidak mendengarkan berita yang tidak baik, karena kalau saya sedih akan mempengaruhi kesehatan saya," paparnya.

Terpisah, Kepala Desa Jambanan, Sugino Welly mengatakan, sambutan untuk Suwarti tersebut murni keinginan warga. Menurutnya hal ini merupakan wujud apresiasi warga kepada Suwardi sebagai tim medis yang menjadi garda depan dalam melawan pandemi COVID-19 ini.

"Ini murni spontanitas warga. Warga sendiri selalu menanyakan kapan bu bidan pulang. Ketika ada kabar kesembuhan, ternyata sambutannya luar biasa seperti ini," kata Sugino, seperti dilansir detikcom.

Sugino berharap apa yang dilakukan warga Desa Jambanan ini menjadi contoh bagi warga masyarakat secara umum. Pihaknya meminta jika ada warga apalagi tim medis yang terpapar Corona, hendaknya tidak dijauhi apalagi dikucilkan.

"Banyak saya lihat kalau sudah kena Corona itu rata-rata warga mendekat saja tidak mau. Di desa lain malah sampai lingkungannya ditutup. Alhamdulillah masyarakat kami justru memberi support kepada ibu Warti," tuturnya.
×
Berita Terbaru Update