Notification

×

Iklan

Iklan

Kepala Desa ini Dikeroyok, Ingatkan Warga untuk Tidak Salat Idul Fitri di Masjid

Senin, 25 Mei 2020 | 07.13 WIB Last Updated 2020-05-27T17:13:44Z
Redaksi |
 Editor:
Ilham Gunawan
Aksi pengeroyokan warga terhadap Kepala Desa lantaran melarang pelaksanaan salat id di masa pandemi. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Sulteng
- Lantaran terlibat dalam penganiayaan Kepala Desa Lripubogu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dikarenakan melarang pelaksanaan salat Idul Fitri di sebuah masjid terkait protokol COVID-19, 17 orang diamankan Polisi.


Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar, Ahmad Ramadhan, mengatakan bahwa pelaku yang diperkirakan berjumlah 17 sudah diringkus petugas  Kepolisian Sektor Bunobogo.

"Situasi sudah kembali kondusif," kata Ahmad dikutip tempo.co pada Minggu, (24/5/2020).

Aksi pengeroyokan yang sempat terekam dalam video berdurasi 2.19 menit dan telah beredar di media sosial tersebut, menurut Ahmad, terjadi sekitar pukul 08.00 WITA.

"Diduga terjadi karena ada provokator," katanya. 

Ahmad menjelaskan, kedatangannya kepala desa itu dalam rangka mengajak dialog warga yang melaksanakan salat Idul Fitri secara berjamaah di masjid. Kepala desa itu pun menunggu di pintu luar masjid.

Ketika salat selesai, kepala desa itu pun mengingatkan warga untuk mengikuti imbauan pemerintah. Salah satunya adalah tidak berkumpul dalam jumlah besar.

"Tiba-tiba ada seorang warga merespon dengan nada tinggi. Bahkan, sampai terlibat baku hantam dengan orang yang menegurnya," kata Ahmad 

"Kemudian, warga lain ikut terprovokasi. Mereka turut mengeroyok," sambungnya.

Diketahui, kepala desa tersebut mengalami luka parah di bagian wajah. Ahmad menuturkan, bahwa yang bersangkutan kini telah dibawa ke rumah sakit terdekat.
×
Berita Terbaru Update