Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Lebaran, Mobilitas Warga Semakin Tinggi, Gugus Tugas Gencar Lakukan Penertiban

Rabu, 20 Mei 2020 | 08.12 WIB Last Updated 2020-05-20T01:12:01Z
Reporter:
Asep Suryadi
 | 
Editor:
Ilham Gunawan
Penertiban PSBB kepada para pengendara oleh tim Gabungan Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Haurgeulis di ruas jalan pertigaan alun-alun Haurgeulis. (Foto: barakreportasecom/ Asep)

Barakreportase.com, Indramayu - Memasuki hari ke 14 diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Indramayu, kepatuhan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan saat bepergian mulai meningkat jika dibandingkan dengan saat awal pelaksanaan pemberlakuan aturan tersebut. 

Namun di satu sisi, masih banyak dijumpai dari masyarakat, khususnya para pengendara yang belum sepenuhnya tertib dalam mematuhi aturan PSBB tersebut, yakni seperti belum membatasinya jumlah kapasitas penumpang kendaraan roda 4 atau pengendara sepeda motor yang masih kerap berboncengan. Selain itu, mobilitas warga sepekan menjelang lebaran juga, justru semakin tinggi.

Hal itu terpantau barakreportasecom pada pelaksanaan razia masker dan penertiban oleh tim gabungan Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Haurgeulis, kemarin, Selasa (19/5/2020) sore di ruas jalan pertigaan alun-alun Kecamatan Haurgeulis, Indramayu.

"Sebagian besar masyarakat sudah mulai tertib memakai masker dalam beraktivitas di luar rumah, meskipun tidak sedikit juga yang belum mengindahkan aturan tersebut, khususnya para pengendara. Namun kesadaran masyarakat secara umum, sudah lebih baik jika dibandingkan dengan awal penerapan PSBB," terang Camat Haurgeulis, Rory Firmansyah saat diwawancarai di lapangan.

Berbeda dengan awal saat penerapan PSBB, menjelang pekan terakhir memasuki lebaran, eskalasi dan mobilitas masyarakat semakin meningkat, terutama di kawasan pasar dan sejumlah tempat perbelanjaan. Masyarakat terlihat rela berdesak-desakan untuk berburu pakaian di tengah pandemi COVID-19. 

Larangan untuk tidak berkerumun, sepertinya tidak diindahkan. Untuk itu, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Haurgeulis yang juga melibatkan satuan TNI-Polri, Satpol PP serta organisasi kepemudaan (OKP) seperti KNPI, Karangtaruna, Banser dan FKPPI rencananya akan terus melakukan pendekatan secara persuasif dan edukatif. Menyadarkan masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan waspada COVID-19 guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona jenis baru tersebut.

"Kami berharap, agar masyarakat mau bekerjasama, baik dengan pemerintah maupun dengan tenaga medis dalam menanggapi pandemi ini, termasuk untuk mematuhi PSBB sebagai upaya preventif terhadap COVID-19. Selain itu, diharapkan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh pemerintah," imbuh Rory.

Adapun penerapan PSBB sendiri, lanjut Rory, rencananya akan diperpanjang oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu, yang kini tengah diusulkan kepada Gubernur Jawa Barat, di mana waktunya sama dengan kedaruratan nasional, yakni pada 29 Mei 2020 mendatang.
×
Berita Terbaru Update