Notification

×

Iklan

Iklan

HEBOH: Beredar Video Pasien Corona Asal Anjatan Dijemput Tim Medis, ini Kata Jubir Gugus Tugas Indramayu..

Kamis, 28 Mei 2020 | 21.35 WIB Last Updated 2020-05-28T14:40:43Z
Reporter: Nanang Asmari | Editor: Ilham Gunawan
Proses penjemputan dan evakuasi pasien Corona di Kecamatan Anjatan, Indramayu. (Foto: Tangkapan layar Facebook)

Barakreportase.com, Indramayu - Publik sempat dihebohkan oleh beredarnya 2 video berisi tentang proses penjemputan dan evakuasi pasien Corona di Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Indramayu, di mana masing-masing video tersebut berdurasi kurang dari 60 detik dan telah tersebar luas di media sosial, pada Rabu (27/5/2020) sore kemarin.

Hal itu sontak membuat publik geger hingga menimbulkan banyak komentar, lantaran isi dari video tersebut yang belum terkonfirmasi keabsahannya. Apalagi sebelumnya, Kecamatan Anjatan secara akumulatif sudah mencatatkan satu pasien positif Corona di Indramayu.

Berangkat dari kejadian tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Indramayu, siang tadi, Kamis (28/5/2020) membenarkan kejadian tersebut, yang selanjutkan disampaikan pihaknya melalui pengumuman video konferensi pers terkait kasus baru pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Indramayu.

Dalam hal ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Indramayu, dr. Deden Bonni Koswara menjelaskan, bahwa pihaknya telah menerima hasil pemeriksaan kasus terbaru pasien terkonfirmasi positif tersebut dari Labkesda Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (27/5/2020).

Diketahui, pasien perempuan tersebut berinisial YM (36) yang merupakan warga Kecamatan Anjatan, Indramayu dan kebetulan pernah berobat ke Poli Bedah Syaraf pada tanggal 14 Mei 2020 lalu, hingga akhirnya dirujuk ke RS Pon Jakarta karena didiagnosa oleh dokter yang bersangkutan, dr. Eka, bahwa pasien menderita penyakit kelainan otak atau AVM Intra Cranial.

"Setelah dirujuk, pihak dokter di RS Pon Jakarta akhirnya menyarankan YM agar dilakukan pemeriksaan rapid test," kata Deden, Kamis (28/5/2020).

Kemudian setelah diperiksa, hasilnya menunjukkan reaktif, sehingga pasien langsung dilakukan tes swab oleh pihak medis.

“Pasien terkonfirmasi positif terinfeksi lokal dan bukan dari pendatang. Pasien tersebut, kini sudah menjalani perawatan dan isolasi di RS Bhayangkara Losarang, Indramayu. Selain itu kondisinya juga baik," jelas Deden.

Deden menuturkan, pihaknya juga sudah melakukan tracing dan tracking terhadap kontak erat pasien oleh tim surveilance Dinas Kesehatan, sekaligus dilakukan pengambilan swab terhadap keluarganya.

Adapun pasien kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Indramayu sampai saat ini, imbuh Deden, sudah berjumlah 16 orang, yakni dengan rincian 3 orang dinyatakan sembuh, 3 orang meninggal dunia dan sisanya masih dalam perawatan intensif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update