Notification

×

Iklan

Iklan

Geram Penyaluran Bansos yang Molor, Jokowi Libatkan KPK untuk Kontrol Terjadinya Korupsi di Lapangan

Rabu, 20 Mei 2020 | 05.54 WIB Last Updated 2020-05-19T22:54:09Z
Redaksi | 
Editor:
Ilham Gunawan
Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Jakarta
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti penyaluran bantuan sosial (bansos) tunai beberapa hari ini. Dia kesal lantaran proses penyaluran yang berbelit-belit dan begitu lambat untuk sampai ke penerima.

Jokowi mengungkapkan prosedur penyaluran bansos tunai terlalu rumit seperti dalam bahasannya pada rapat terbatas dengan para menteri kemarin.

"Kecepatan yang kita inginkan agar (penyaluran) bansos itu segera sampai di masyarakat, ternyata memang di lapangan banyak kendala dan problemnya, problemnya adalah masalah prosedur yang berbelit-belit," tegasnya saat membuka rapat terbatas virtual, Selasa (19/5/2020).

Menyadari saat ini adalah situasi yang luar biasa dan tidak normal, Jokowi menekankan agar bansos, baik dalam bentuk tunai maupun sembako, dibutuhkan percepatan dalam penyalurannya dan tidak terkesan molor.

Jokowi meminta agar penyaluran bansos dibuat sesederhana mungkin agar fleksibel dalam pelaksanaannya. Dengan catatan, harus tetap akuntabel.

"Yang paling penting bagaimana mempermudah pelaksanaan itu di lapangan. Oleh sebab itu keterbukaan itu sangat diperlukan sekali," tambahnya.

Selain itu, dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ia mengusulkan agar penyaluran bansos bisa didampingi KPK, BPKP dan Kejaksaan.

"Kita memiliki lembaga-lembaga untuk mengawasi dan mengontrol agar tidak terjadi korupsi di lapangan," tegasnya.

Jokowi juga meminta agar agar data penerima dibuat transparan. Termasuk untuk menyelesaikan permasalahan data penerima yang tidak sinkron. 
×
Berita Terbaru Update