Notification

×

Iklan

Iklan

Achmad Yurianto: Parameter Pelaksanaan New Normal Akan Berbeda di Tiap Daerah

Rabu, 27 Mei 2020 | 17.18 WIB Last Updated 2020-05-27T17:11:22Z
Redaksi
|
Editor:
Ilham Gunawan
Juru bicara penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. (Foto: Liputan6com)

Barakreportase.com, Jakarta
- Juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, menyampaikan bahwa parameter-parameter pelaksanaan norma new normal atau normal baru tidak akan sama di setiap provinsi maupun kabupaten.

Parameter yang dimaksud berkaitan dengan keadaan kasus di setiap daerah dan kesiapan daerah tersebut melakukan aktivitas ekonomi. Contohnya, pengaturan di bidang transportasi yang masih memerlukan banyak kajian.

“Parameter-parameter ini tentunya tidak akan sama untuk tiap-tiap provinsi, tiap-tiap kabupaten. Oleh karena itu, kajian data yang komprehensif dari tiap-tiap kabupaten sampai tingkat provinsi pasti akan dibutuhkan,” ujar Yuri dalam konferensi pers Perkembangan Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, pada Rabu (27/5/2020).

Data terkait kasus COVID-19 dari tiap kabupaten dan provinsi akan menjadi bahan monitoring, tambah Yuri. 

“Karena inilah data-data objektif yang akan kita gunakan dalam melakukan pengendalian.”


410 Kabupaten Kota Terdampak COVID-19

Yuri juga menyampaikan penambahan jumlah kabupaten kota yang terdampak COVID-19. Hari ini, Rabu (27/5/2020) ada penambahan sebanyak empat kabupaten/kota yang terdampak.

Dengan penambahan tersebut, jumlah akumulasi kabupaten/kota yang terdampak COVID-19 menjadi 410 dari 34 provinsi.

“Telah 410 kabupaten/kota terdampak COVID-19 dari 34 provinsi,” kata Yuri.

Ia berharap agar masyarakat tetap menjalankan protokol dengan baik dan tidak menyerah melawan COVID-19.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update