Notification

×

Iklan

Iklan

WHO Melalui Kemenkes, Tak Rekomendasikan Penggunaan Bilik Disinfeksi

Senin, 06 April 2020 | 04.42 WIB Last Updated 2020-04-06T08:15:58Z
Editor:
Ilham Gunawan
 | Redaksi
Ilustrasi penggunaan bilik disinfeksi


BARAKreportase.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan Surat edaran tentang tidak direkomendasikannya penggunaan bilik disinfeksi sebagai pencegahan infeksi virus corona (Covid-19) dengan Nomor: HK.02.02/III/375/2020 yang ditandatangani langsung oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI Kirana Pritasari.

Dikeluarkannya surat edaran tersebut merujuk kepada keputusan World Health Organization (WHO).

Pasalnya, bilik disinfeksi tersebut tidak sedikit digunakan oleh masyarakat untuk memproteksi permukaan tubuh yang tidak tertutup, pakaian dan barang-barang yang digunakan atau dibawa oleh manusia.

Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk bilik disinfeksi ini di antaranya adalah diluted bleach (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dan sejenisnya, etanol 70%, amonium kuarterner (seperti benzalkonium klorida), hidrogen peroksida (H2O2) dan sebagainya.



Namun tidak banyak diketahui, bahwa ternyata disinfektan tersebut merupakan disinfektan yang digunakan untuk mendisinfeksi ruangan dan permukaan, seperti lantai, perabot, peralatan kerja, pegangan tangga atau eskalator, moda transportasi, dan lain-lain.


Bahaya Bagi Tubuh Manusia

Dalam hal ini, WHO telah menyatakan bahwa penyemprotan disinfektan ke tubuh sangat berbahaya untuk membran mukosa (misal: mata, mulut) sehingga berpotensi menimbulkan efek negatif juga risiko terhadap kesehatan dan merusak pakaian.

Selain itu, penggunaan disinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kulit menjadi terbakar.

Kemenkes RI dalam hal ini juga menjelaskan, bahwa cairan disinfektan (yang merupakan bahan kimia) jika terkena secara langsung ke tubuh secara terus-menerus dapat menyebabkan iritasi kulit dan iritasi pada saluran pernapasan.


Rekomendasi

Oleh karena itu, Kemenkes RI melalui Surat edaran yang diteruskan ke seluruh dinas kesehatan hingga ke semua level, mengimbau publik agar tidak lagi digunakan kembali bilik disinfeksi, baik untuk di tempat atau fasilitas umum maupun di permukiman warga.

Adapun Solusi aman yang direkomendasikan Kemenkes untuk pencegahan penularan virus corona baru, di antaranya, dengan melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dengan rutin atau menggunakan hand sanitizer, membersihkan dan melakukan disinfeksi rutin permukaan dan benda-benda yang sering disentuh, seperti perabot, peralatan kerja, ruangan, pegangan tangga, dan moda transportasi.

Selanjutnya, tidak dulu keluar rumah, hindari kerumuman, jaga jarak, dan menggunakan masker. Membuka jendela untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Jika menggunakan kipas angin atau AC, perlu dilakukan pemeliharaan secara rutin. Dan juga segera mandi dan mengganti pakaian setelah bepergian.
×
Berita Terbaru Update