Notification

×

Iklan

Iklan

Sahur on The Road Berbuntut Resahkan Warga, Aparat Belum Lakukan Penertiban

Selasa, 28 April 2020 | 22.20 WIB Last Updated 2020-04-28T15:41:25Z
Reporter:
Mansur Kurdi
 | 
Editor:
Ilham Gunawan
Ilustrasi kegiatan Sahur on The Road. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Indramayu - Memasuki bulan suci Ramadan, sejumlah oknum remaja yang tergabung dalam kegiatan Sahur on The Road (SOTR) berbuntut pada tindakan anarkis yang mengakibatkan keresahan terhadap kenyamanan warga.

Hal tersebut seperti diakui oleh Fery (43), salah satu warga RT 01/04, Dusun Tengah, Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu yang mengaku merasa terganggu atas tindakan oknum para remaja tersebut.

Fery menuturkan, acap kali tindakan tersebut rutin terjadi di setiap tahunnya setiap memasuki bulan suci Ramadan. Menurutnya, segerombolan oknum tersebut hampir setiap malam melintas di depan kediamannya dan membuat keonaran dengan melemparkan beberapa buah petasan.

Parahnya lagi, selain petasan Fery mengaku, rumahnya juga sempat dilempari batu dan benda-benda yang terbuat dari kaca, seperti botol minuman keras.

"Untuk tahun ini, semenjak memasuki bulan Ramadan, oknum para remaja tersebut menurut dugaan saya, tidak murni semata-mata membangunkan warga untuk mengingatkan ibadah sahur, tapi sudah menjurus ke tindak kriminalitas," jelas Fery kepada Barakreportase.com, Selasa (28/4/2020).

Fery mengaku, para oknum terlihat seperti berada di bawah pengaruh minuman keras.

"Dilihat dari gerak-geriknya, mereka seperti orang mabok," imbuhnya.

Ia berharap, dari pihak Aparat penegak hukum melakukan tindakan tegas guna menyikapi adanya kegiatan Sahur on The Road yang dinilai justru menimbulkan kegiatan anarkis tersebut.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat Desa Sukahaji, Patrol, Barnawi, mengungkapkan bahwa Petugas aparat perlu tanggap cepat dalam menyikapi kasus kenakalan remaja tersebut. Menurutnya, para oknum perlu diberi shock therapy oleh pihak Kepolisian dengan mengadakan patroli rutin guna menindak tegas kegiatan tersebut.

"Kalau dibiarkan terus, kenakalan oknum remaja tersebut akan terus terjadi berulang-ulang. Perlu ada tindakan tegas dari pihak Kepolisian," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update