Notification

×

Iklan

Iklan

Pandemi Covid-19, Berkah Bagi Pengerajin Pembuat Masker

Minggu, 12 April 2020 | 22.22 WIB Last Updated 2020-04-12T15:22:33Z
Editor:
Ilham Gunawan
 | Reporter: Nanang
Pengerajin Masker Kain dari Desa Situraja Kecamatan Gantar Indramayu, Dace


Barakreportase.com, Indramayu - Pasca dikeluarkannya seruan kewajiban untuk memakai masker ketika bersosial atau tengah beraktivitas di luar rumah oleh World Health Organization (WHO) melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, pada Minggu (5/4/2020), masyarakat mulai berbondong-bondong memborong masker untuk disimpan dan digunakan sebagai upaya pencegahan wabah virus corona.

Dalam seruan itu, Kemenkes menyampaikan bahwa masker bedah dan N95 hanya diperuntukkan untuk tenaga medis, sedangkan masyarakat umum cukup menggunakan masker kain.

Meskipun hanya sebagai pengganti, masker kain kini justru menjadi barang yang banyak diburu oleh masyarakat. Hal ini pun turut meningkatkan omset bagi para penjual masker kain.

Hal tersebut membawa berkah bagi para pengerajin masker di Blok Kiarakurung Desa Situraja Kecamatan Gantar.

"Alhamdulillah penjualan jadi naik cukup signifikan, berkah," kata Dace, salah seorang pembuar masker di Blok Kiarakurung Desa Situraja, Minggu (12/4/2020).

Semenjak itu, kini masyarakat yang membutuhkan masker, yakni seperti orang sakit, orang yang merawat orang sakit, perusahaan dan instansi berburu untuk mendapatkan alat pelindung hidung serta mulut tersebut.

Menurutnya, saat ini bisnisnya tengah kebanjiran order. Kenaikan penjualan tersebut sudah dialami sejak pertengahan bulan Maret 2020.

"Pemesan masker mulai berdatangan dari mulai masyarakat hingga perkantoran, sejak pertengahan bulan Maret kemarin. Hasinya lumayan," lanjutnya.

Dace juga menambahkan, bahwa pembuatan masker yang kami buat dari bahan yang steril, pasalnya dalam penjualan masker kepada masyarakat, lanjut Dace, tetap memperhatikan kesehatan bagi pembeli masker.
×
Berita Terbaru Update