Notification

×

Iklan

Iklan

Jokowi Akhirnya Beberkan Alasan Tak Ambil Kebijakan Lockdown

Kamis, 02 April 2020 | 16.37 WIB Last Updated 2020-04-02T10:58:43Z
Foto: Istimewa


BARAKreportase.com - Presiden Joko Widodo akhirnya buka alasannya tak memutuskan untuk karantina wilayah atau lockdown sebagai upaya dalam mencegah penyebaran virus Corona di Indonesia.

Dia menyebutkan bahwa lockdown tak menjadi pilihan karena akan berdampak dan bisa mengganggu perekonomian.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat selesai meninjau pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu (1/4/2020) kemarin.

Dia juga bertanya soal istilah lockdown yang selama ini dibicarakan banyak orang. Seperti orang yang tidak boleh keluar rumah, semua transportasi harus berhenti, baik itu bus, kendaraan pribadi, sepeda, mobil, kereta api, pesawat berhenti semuanya. Termasuk kegiatan-kegiatan kantor akan dihentikan. 

"Kan kita tidak mengambil jalan yang itu. Kita ingin tetap aktivitas ekonomi ada, tapi masyarakat kita semua harus jaga jarak aman, social distancing, physical distancing itu yang paling penting," ujarnya.

Karena alasan itu, Jokowi lebih memilih kebijakan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Melalui skema PSBB ini, diharapkan aktivitas perekonomian tetap berjalan, tetapi tetap ada sejumlah pembatasan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Seperti misalnya penerapan bekerja, belajar, dan beribadat dari rumah di wilayah yang rawan. 

Lanjutnya, masyarakat yang terpaksa keluar rumah juga diingatkan untuk tetap disiplin menjaga jarak satu sama lain. Termasuk untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Jadi kalau kita semua disiplin melakukan itu, jaga jarak aman, cuci tangan tiap habis kegiatan, jangan pegang hidung mulut atau mata, kurangi itu, kunci tangan kita, sehingga penularannya betul-betul bisa dicegah," ujar Jokowi.

Jokowi menyebutkan, dirinya juga kerap mendapatkan banyak pertanyaan tentang tidak diberlakukannya kebijakan lockdown seperti negara-negara lain.

Namun, Jokowi tak mengungkapkan alasan tersebut dengan gamblang. Ia hanya menegaskan, setiap negara memiliki karakter dan budayanya masing-masing.

"Perlu saya sampaikan bahwa setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki budaya yang berbeda, memiliki kedisiplinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita tidak memilih jalan itu (lockdown)," kata Jokowi.

Di samping itu, ia juga menyinggung terkait pelarangan pemda mengambil kebijakan itu. Menurutnya kebijakan tersebut menjadi domain Pemerintah pusat.

"Kebijakan lockdown baik di tingkat nasional dan tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan ini tak boleh diambil oleh pemda, dan tak ada kita berpikiran untuk kebijakan lockdown," kata Jokowi tanpa merinci lebih jauh. (red)




Editor: Ilham Gunawan
×
Berita Terbaru Update