Notification

×

Iklan

Iklan

Ini Kabar Kakek Kamsiah, Korban Tenggelam Bersama Motornya di Sungai Cimanuk

Senin, 06 April 2020 | 06.08 WIB Last Updated 2020-04-06T08:15:37Z
Editor:
Ilham Gunawan
 | Reporter: Nanang
TimSAR tengah menyisir lokasi hilangnya korban tenggelam di sungai Cimanuk.


BARAKreportase.com, Indramayu - Hingga empat hari terakhir, sejak peristiwa tenggelamnya Kakek Kamsiah (72) di sungai Cimanuk, pada Kamis (2/4/2020), korban yang berasal dari Desa Beduyut, RT 01/01, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, masih belum ditemukan.

Hilangnya korban, masih dalam proses pencarian oleh TimSAR yang tergabung dari sedikitnya 17 orang, di antaranya, Satpolair Polres Indramayu, Basarnas Cirebon serta BPBD Kabupaten Indramayu yang juga dibantu masyarakat setempat.

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, awalnya korban berencana hendak menyeberangi sungai Cimanuk (dengan menaiki perahu), namun dalam perjalanan, tiba-tiba korban kehilangan keseimbangannya, mengakibatkan tubuh rentanya tergelincir dan jatuh ke dalam sungai bersama dengan motornya.

Baca juga: Nahas Seorang Kakek Tenggelam Bersama Motornya Saat Seberangi Sungai Cimanuk Indramayu

Upaya pencarian korban, terus dilakukan oleh timSAR gabungan, melalui penyisiran di sepanjang sungai Cimanuk yang diawali dari Desa Rambatan Kulon, Blok Kerang-kerang, Kecamatan Sindang, hingga ke Bendungan Waledan di Desa Waledan, Kecamatan Cantigi, hingga radius jarak 9 Km. Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban.



"Kita terus berupaya melakukan pencarian, dari mulai pagi hingga menjelang sore hari, namun sampai saat ini korban masih dalam pencarian," kata Kasat Polair Polres Indramayu AKP Tokari, melalui Paur Subbag Humas Polres Indramayu Sukenda, pada Senin, (6/4/2020) sore.

"Adapun sarana yang kami gunakan untuk pencarian hari ini, kita gunakan satu unit Rubber Boat/LCR milik Satpolair Polres Indramayu dan satu unit Rubber Boat/LCR dari Basarnas Cirebon," lanjutnya.

Pencarian ini direncanakan dilakukan hingga sepekan. Dalam waktu sepekan ini, apabila korban tidak ditemukan maka dilakukan kajian ulang. Bila ada tanda-tanda identitas korban, pencarian bisa dilanjutkan.

“Untuk lamanya proses pencarian, diputuskan setelah tujuh hari. Adapun keputusan selanjutnya, nanti tergantung bagaimana progres ke depan,” pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update