Notification

×

Iklan

Iklan

Indramayu, Kegiatan Belajar di Rumah Siswa Kembali Diperpanjang

Kamis, 09 April 2020 | 21.23 WIB Last Updated 2020-05-03T08:58:20Z
Editor:
Ilham Gunawan
 | Redaksi
Ilustrasi kegiatan belajar di rumah siswa/Foto: Istimewa

BARAKreportase.com, Indramayu - Pandemi penyebaran virus corona di Kabupaten Indramayu saat ini tengah ditangani serius.

Pemerintah setempat pun, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, akhirnya mengambil langkah dengan kembali memperpanjang masa belajar di rumah para peserta didik, mulai dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat.

Sebelumnya, para pelajar tersebut diminta untuk sementara waktu belajar di rumah dari 30 Maret 2020 sampai 12 April 2020.

Namun, kebijakan belajar di rumah kemudian diperpanjang sampai 22 April 2020, disambung libur awal bulan Ramadan dari 23 April 2020 sampai 25 April 2020. 

Kemudian masa belajar di rumah itu juga ditambah lagi dari 27 April 2020 sampai 16 Mei 2020 dan dilanjut libur Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah dari 18 Mei 2020 sampai 30 Mei 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Caridin menjelaskan, meskipun tak datang ke sekolah, para peserta didik masih tetap aktif belajar di rumah dengan menggunakan sistem belajar secara virtual.

Dalam proses belajar tersebut, para siswa juga didampingi langsung oleh orangtua saat diberikan pelajaran oleh guru.

"Siswa ini tetap aktif belajar, namun dengan metode jarak jauh. Bisa melalui Whatsapp atau aplikasi lainnya," ujar Caridin saat dikonfirmasi barakreportase.com via daring, Kamis (9/4/2020).

Menurut Caridin, orangtua murid diminta untuk mengawasi anak-anak mereka secara aktif dalam proses belajar selama di rumah.

Caridin juga kembali mengingatkan bahwa kegiatan belajar di rumah bukan dimaksudkan sebagai liburan atau semacamnya.

"Ini sebagai upaya preventif terhadap pandemi virus corona. Jangan sampai malah dijadikan wahana untuk liburan, karena justru berbahaya, apalagi dengan kondisi seperti sekarang ini" ujarnya.
×
Berita Terbaru Update