Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Jahe Melonjak, dari Hangat menjadi Panas di Tengah Wabah Covid-19

Rabu, 01 April 2020 | 19.52 WIB Last Updated 2020-04-01T12:55:14Z
Ilustrasi Jahe merah

BARAKreportase.com, Indramayu - Merebaknya pandemi virus Corona di sejumlah negara termasuk Indonesia juga berimbas pada meroketnya harga jahe di Indramayu, Rabu (1/4/2020). 

Harga jahe merah super dan campur masing-masing terpantau meroket hingga mencapai Rp 90-100 ribu dan Rp 70 ribu, dari kondisi normal yang hanya Rp 35 ribu dan Rp 20 ribu per kilogram.

Sebab tingginya permintaan di tengah pandemi virus Corona, berdampak pada kelangkaan pasokan jahe di pasaran. Akibatnya, berimbas pada kenaikan harga, termasuk di Pasar Haurgeulis di Kabupaten Indramayu.

Salah satu pedagang di Pasar Haurgeulis H. Agus, menyatakan kenaikan harga jahe salah satunya karena banyak diburu para pembeli. 

"Sekarang jahe merah lagi mahal, apalagi yang super, harganya bisa sampai Rp 90.000 per kilogramnya, padahal sebelumnya hanya Rp 35.000," ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh pembeli rutin jahe Maryono, ia menyatakan, harga jahe naik karena diburu banyak orang sejak beredarnya isu bahwa rempah ini dapat mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.

Maryono menuturkan, harga jahe merah campur sekarang Rp 70.000 atau naik dari sebelumya Rp 20.000 per kilogram. 

"Gara-gara susah dicari bahkan langka, sekarang jahe merah super yang tinggi harganya dan diburu orang sampai Rp 90.000-100.000 per kilogram, sekarang atau melonjak dari biasanya hanya Rp 35.000," ucapnya.

Bukan hanya itu, pasokan rempah selain jahe, seperti kunyit, temulawak dan daun serai sedang banyak permintaan, ikut langka sejak beredarnya isu penularan virus Corona bisa ditangkal dengan rempah tersebut. 

Harga temulawak, kata Maryono, saat ini Rp 30.000 per kilogram dan sedang banyak dicari. 

"Kunyit naik Rp 12.000 sebelumnya Rp 10.000 per kilogram. Sereh harganya normal Rp 10.000 per kilogram," katanya.

Kenaikan harga jahe merah langsung dirasakan oleh pedagang jamu Suroto, ia yang biasa membeli jahe merah di Pasar Haurgeulis, harus membeli bahan baku barang dagangannya Rp 90.000, atau naik sekitar Rp 55.000 per kilogram.

"Sekarang jahe merah sedang sulit dicari, mas, karena banyak yang beli. Kalau pun ada, harganya sudah tidak hangat lagi. Contohnya seperti sekarang ini," ujar Suroto kepada barakreportase.com.




Reporter: Nanang
Editor: Ilham Gunawan
×
Berita Terbaru Update