Notification

×

Iklan

Iklan

Dokter: Covid-19 Bukan Aib, Jujur Saja Untuk Keselamatan Bersama

Selasa, 07 April 2020 | 20.17 WIB Last Updated 2020-04-07T13:17:54Z
Editor:
Ilham Gunawan
 | Redaksi
Foto: Istimewa


BARAKreportase.com, Jakarta - Penambahan kasus orang yang terinfeksi virus corona dan yang meninggal dunia kian bertambah setiap harinya. Namun, data yang diumumkan kini mungkin tak sesuai fakta sebenarnya, karena masih banyak orang yang tidak mau mengaku atau tidak ketahuan jika telah terinfeksi COVID-19.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta masyarakat agar bisa lebih jujur, apalagi sebelumnya sempat kontak dengan penderita Covid-19, untuk mau memeriksakan diri di puskesmas maupun rumah sakit.

"Banyak pasien yang tidak jujur kalau pernah bepergian ke daerah pandemik corona atau pernah bersentuhan dengan pasien corona," kata Ketua Lembaga Riset IDI, dr. Marhaen Hardjo Ph.D M.Biomed seperti dikutip Tempo.

Masyarakat yang memiliki gejala-gejala mengarah terkena corona, diminta agar jujur ketika memeriksakan diri di rumah sakit maupun puskesmas.

"Mereka datang ke puskesmas atau rumah sakit dengan diagnosa bukan corona, padahal corona. Akhirnya, dokter kena juga karena ke tidak terbukanya pasien," katanya. 

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh IDI, bahwa angka kematian dokter tinggi didapatkan lewat penanganan pasien yang bukan positif virus corona, di rumah sakit rujukan. Tapi, pasien yang sebenarnya sudah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau positif, tapi tidak jujur hingga akhirnya menularkan ke dokter.

Banyaknya tenaga medis yang menjadi korban di saat pandemi covid-19 di Indonesia, lanjut Marhaen dalam menuturkan, selain kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), permasalahannya adalah pasien yang tidak jujur ketika datang memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas. 

Hingga saat ini, jumlah dokter yang meninggal dunia karena terpapar virus corona telah tercatat di angka 31 orang, termasuk dr. Bernedette Albertine Fransisca, spesialis THT dari Makassar. Kematiannya menambah catatan panjang para dokter meninggal karena covid-19.

Banyak sebab ketidakterbukaan masyarakat karena beberapa hal, di antaranya ketidakpahaman masyarakat, ditambah keras kepala, sehingga banyak PDP atau ada stigma masyarakat bahwa corona itu aib. Oleh sebab-sebab tersebut, Marhaen mengimbau agar para pasien dengan gejala-gejala mirip covid-19 untuk jujur ketika ditanya tentang riwayat perjalanan.

"Covid-19 bukan aib, jadi jujur lah agar tidak mengenai orang lain dan nyawa sendiri juga bisa selamat agar ditangani cepat," ujarnya menyarankan.
×
Berita Terbaru Update