Notification

×

Iklan

Iklan

Covid-19, Ketum PBNU Imbau Salat Jumat di Rumah, Ini Tanggapan Dosen Ushul Fikih STAI Mifda Subang

Rabu, 08 April 2020 | 00.40 WIB Last Updated 2020-05-03T08:58:55Z
Editor:
Ilham Gunawan
 | Redaksi
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj/ Foto: Tangkapan layar.

BARAKreportase.com, Subang - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang juga Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Siroj, mengimbau masyarakat Islam tetap beribadah di rumah pada saat Ramadan dan Idul Fitri.

"Mengimbau kepada umat Muslim untuk melaksanakan salat Jumat, salat tarawih dan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing," kata Said dikutip dari video conference, pada Sabtu, (4/4/2020).

Dirinya juga mengimbau umat Islam untuk tidak melakukan takbir keliling saat malam Idul Fitri 1441 Hijriah. Selain itu, lanjutnya, ia juga mengimbau umat non muslim untuk beribadah di rumah masing-masing agar dapat mengurangi penyebaran virus corona.


Sementara itu Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Jumat dan kegiatan-kegiatan ibadah ramadan nanti untuk sementara waktu, dilakukan seperti biasanya hingga ada perubahan kondisi yang selanjutnya akan diambil langkah-langkah terbaik.

"Kegiatan ibadah, sementara waktu kita lakukan seperti biasa kecuali ada perubahan-perubahan situasi yang membuat sangat jelek, maka kita akan ambil langkah-langkah yang lebih baik," ujarnya dalam video conference, pada Selasa, (7/4/2020).

Berkaitan dengan hal tersebut, Dosen Ushul Fikih STAI Miftahul Huda Subang, Imam Syafii, ikut memberi tanggapan terkait imbauan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, berdasarkan surat edaran resmi PBNU Nomor 3953/C.1.034/04/2020, tentang pelaksanaan salat Jumat, salat tarawih dan salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing

Adapun imbauan tersebut, menurut Imam, dimaksudkan sebagai sikap PBNU dalam menanggapi pandemi virus corona yang terus meluas, bahwa pencegahan terhadap sesuatu yang dapat menimbulkan keburukan (mafsadat) itu dinilai lebih utama daripada kegiatan yang memang bernilai baik (maslahat).

Imam berpendapat, bahwa instruksi tersebut masih bersifat umum. Lanjutnya, pengertian umum tersebut dimaksudkan untuk jemaah NU dan umat Muslim, namun secara khusus dimaksudkan untuk wilayah yang masuk ke dalam kategori darurat covid-19.

"Imbauan yang disampaikan oleh kang Said Aqil memang benar, namun masih bersifat Qaul 'Aam atau general. Imbauan tersebut akan berlaku dan bersifat Takhsis (khusus) bagi wilayah yang memang dianggap darurat covid-19," ujarnya.

Imam juga menuturkan, bahwa sesuatu yang diperbolehkan karena darurat, maka harus diukur juga dengan kadar daruratnya.
×
Berita Terbaru Update