Notification

×

Iklan

Iklan

Bahaya Disinfektan, Seorang Ibu Asal Indramayu Dibawa ke Puskesmas Usai Terkena Semprotan di Jalan

Rabu, 22 April 2020 | 16.31 WIB Last Updated 2020-04-28T02:29:35Z
Editor:
Ilham Gunawan
 
Reporter: Alen Delon
Ibu Daeni (55) korban penyemprotan cairan disinfektan.


Barakreportase.com, Indramayu - Untuk mencegah pandemi virus Corona atau Covid-19, Pemerintah berupaya dengan lakukan penyemprotan cairan disinfektan ke berbagai tempat, di antaranya ke jalanan umum, jalan-jalan desa, sarana publik dan permukiman warga.

Namun rupanya, cairan disinfektan mulai memakan korban. Hal ini terjadi di wilayah Indramayu, ketika Pemerintah Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya lakukan kegiatan penyemprotan di sepanjang jalan desa.

Seorang ibu asal Indramayu, ditemukan terkapar lemas di rumahnya di blok Rehobot RT 13/06 Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.

Diketahui ibu Daeni (55) penjual serabi, terkena cairan semprotan disinfektan oleh petugas sprayer dari Pemdes Jayamulya saat dirinya tengah berjualan di sisi jalan. Akibatnya, korban mengalami pusing dan muntah-muntah hingga nyaris pingsan.

Suami korban Sadi, menjelaskan bahwa istrinya saat ini sudah dibawa ke puskesmas terdekat, guna proses pemeriksaan setelah mengetahui kondisi istrinya tersebut.

"Sekarang, istri saya sedang diperiksa di puskesmas di desa Jayamulya," jelas Sadi kepada tim barakreportase.com, siang tadi, Rabu (22/4/2020).

Menurutnya, sebelum peristiwa terjadi, pihak Pemdes Jayamulya tidak lebih dahulu memberi tahukan kepada warga bahwa akan ada kegiatan penyemprotan cairan disinfektan, sehingga dirinya beserta keluarga tidak mempersiapkan diri untuk membenahi dagangannya.

"Pemdes Jayamulya tidak lakukan 'woro-woro' dulu, jadi dagangan kami yang kebetulan ada di sisi jalan, belum sempat kami benahi," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update