Notification

×

Iklan

Iklan

Angkut 30 Penumpang Pemudik, Bus Ini Dipaksa Putar Balik

Minggu, 26 April 2020 | 19.15 WIB Last Updated 2020-04-26T16:52:07Z
Editor:
Ilham Gunawan
 | Redaksi
Sebuah bus yang mengangkut sejumlah pemudik dihadang oleh petugas. (Foto: Istimewa)

Barakreportase.com, Pacitan - Menindak lanjuti larangan mudik dari pemerintah, Polisi memperketat penyekatan di sejumlah pintu masuk menuju Kota 1001 Gua.

Namun hal tersebut tak membuat sebagian pemudik patah arang. Mereka tetap nekat pulang ke kampung halamannya. Upaya itu akhirnya kandas, setelah Polisi mencegat dan memaksa bus dengan 30 penumpang tersebut untuk putar balik.

"Kebijakan pemerintah sudah jelas. Kita tidak menolerir pemudik ke Pacitan lewat jalur manapun," tegas Kapolres Pacitan, AKBP Didik Hariyanto, Minggu (26/4/2020) siang.

Perwira polisi asli Bojonegoro itu, mengatakan bahwa lalu lintas di pintu masuk dari arah barat, belakangan ini memang sepi. Termasuk jalur Wonogiri-Pacitan ruas perbatasan Glonggong.

Meski begitu, polisi tak mau kecolongan. Pihaknya tak henti-hentinya melakukan pengawasan sepanjang hari. Bukan itu saja, sejumlah jalur tikus di perbatasan Pacitan dengan daerah tetangga juga menjadi perhatian dari pihaknya.

"Petugas disiagakan di semua titik," ujarnya.

Didik menambahkan, di jalur alternatif yang terhubung langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut sudah berdiri check point. Termasuk di check point Glonggong, anggota juga ditempatkan di posko Cemeng. 

"Jadi kami pastikan tidak ada (pemudik) yang lolos. Semua pos kita siaga 24 jam penuh," ungkapnya.

Kasat Lantas AKP Miftahul Amin, menuturkan selain satu bus, Polisi juga memergoki empat kendaraan pribadi dari arah barat. Armada pelat hitam itu berasal dari Solo dan Jakarta.

Ia menambahkan, petugas pun langsung menghentikan mobil-mobil tersebut untuk diperiksa. Pihaknya kemudian mengidentifikasi dokumen kependudukan penumpangnya sebelum memintanya untuk putar balik.

"Saya harap upaya ini menyadarkan kita semua terutama perantau untuk tidak lakukan mudik. Lewat manapun pasti tidak lolos karena semua akses kami blokir," tandas Miftahul Amin.

Di sampingbitu, Amin juga mengimbau warga yang berada di perantauan ikhlas dan sabar menerima kebijakan ini. Sebab tujuannya adalah kebaikan bersama. Yakni agar penyebaran virus Corona atau Covid-19 dapat dihentikan.
×
Berita Terbaru Update