Notification

×

Iklan

Iklan

Akibat Kabar Indramayu Positif Covid-19, Angka Pembeli di Pasar Patrol Terjun Bebas Hingga 30%

Kamis, 09 April 2020 | 19.58 WIB Last Updated 2020-04-09T13:01:37Z
Editor:
Ilham Gunawan
 | Reporter: Nanang
Para pembeli sayuran tengah memakai masker saat berbelanja di pasar, menyikapi pandemi COVID-19.


BARAKreportase.com, Indramayu
Pedagang sayuran di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu, Kamis, (9/4/2020) pagi, mengeluhkan dagangannya yang sepi pembeli. Hal ini disebabkan akibat dampak dari pandemi virus corona baru (Sars-CoV-2) COVID-19 yang telah merambah ke wilayahnya.

Pedagang menilai, hal tersebut terjadi disebabkan pembeli enggan dan takut datang ke pasar, karena khawatir akan terpapar COVID-19. 

Kondisi sepi ini juga terjadi di Pasar patrol, Kabupaten Indramayu. Sejak kabar wabah COVID-19 masuk ke Kabupaten Indramayu, terjadi lonjakan penurunan jumlah pembeli hingga mencapai angka 30 persen. Akibatnya, sejumlah stok bermacam-macam sayuran tampak menumpuk. Jika sebelumnya stok sayuran selalu laku terjual, namun kini, berbagai jenis dagangan seperti wortel, lobak, kol, dan jenis lainnya tampak mulai membusuk. 

Hal senada juga dieluhkan oleh para pedagang buah. Berbagai jenis buah lokal seperti buah duku, sirsak dan salak juga ikut mulai membusuk, akibat stok yang kian menumpuk. 

Melihat kondisi tersebut, pedagang hanya bisa pasrah dan berharap wabah COVID-19 cepat berlalu, agar pembelinya bisa kembali ramai.

Sementara itu, pedagang asal Sukahaji, Suguwati, mengatakan bahwa pasar-pasar yang berada di wilayah Dapil VI (enam) khususnya Kecamatan Patrol, mengalami penurunan pengunjung (pembeli) hingga 30 persen. Menurutnya, hal ini disebabkan dari kabar bahwa salah satu warga Indramayu yang sudah dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan pernyataan resmi dari pemerintah Kabupaten Indramayu, melalui juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Indramayu, kemarin (8/4/2020).


Akibatnya, hal tersebut berdampak pada menurunnya jumlah pembeli. Khususnya di Pasar Patrol.

"Setelah ada informasi warga Indramayu ada yang positif terkena virus corona, pembeli mendadak jadi tambah sepi. Biasanya pukul 10.00 WIB pagi, sebelum ada wabah corona, dagangan selalu habis, ini numpuk terus," kata Suguwati kepada barakreportase.com saat diwawancarai.

Suguwati juga berharap, agar pemerintah
lekas memberikan kebijakan kepada nasib para pedagang, khususnya yang berada di pasar Patrol, Kabupaten Indramayu terkait persoalan pandemi ini.

"Jika problem ini terus dibiarkan dan tidak segera direspon oleh pemerintah, para pedagang bakal gulung tikar," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update