Notification

×

Iklan

Iklan

Akibat Ditolak Warga, Jenazah PDP Corona Diantar dan Disalatkan di Persawahan

Senin, 06 April 2020 | 01.49 WIB Last Updated 2020-04-06T08:16:22Z
Editor:
Ilham Gunawan
 | Redaksi
Foto: Istimewa


BARAKreportase.com, Bandung - Pasien
dalam pengawasan (PDP) perempuan (62) yang meninggal dunia, pada Kamis (2/4/2020) asal Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikabarkan sempat mendapat penolakan dari sejumlah warga sekitar.

Sebelumnya meninggal, pasien sempat mendapat perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan (RSCK) Padalarang.

Pasien berstatus PDP yang meninggal tersebut, menurut penuturan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB Nanang Ismantoro, sebelumnya mengidap sejumlah penyakit lain, bahkan dari hasil treking, pasien itu mulai merasakan sakit setelah pulang umrah beberapa waktu lalu.

"Pasien sebelumnya sempat dirawat di RS Kharisma Cimareme, lalu dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang. Tak lama, pasien mengalami demam. Karena diduga ada gejala Covid-19, lalu pasien dirawat di ruang isolasi RSCK Padalarang," ujar Nanang, Minggu (5/4/2020).

Menurutnya, sebelum meninggal pasien 
sempat menunjukan gejala yang mengarah Covid-19 setelah melalui rapid tes. Kemudian, untuk lebih meyakinkan, tim medis akhirnya melakukan tes swab.

"Saat ini, kami masih menunggu hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Hasan Sadikin karena hasilnya belum keluar," lanjut Nanang.

Di sisi lain, Kepala Desa Gelanggang, Muhamad Hidayat juga turut membenarkan tentang peristiwa adanya penolakan pemakaman dari warga, karena mereka khawatir bahwa virus tersebut bisa menyebar ke lingkungan warga setempat.

"Betul, sebelumnya memang sempat mendapat penolakan dari warga, karena mereka tidak mau jika jenazah melintas permukiman saat diantar ke makam. Padahal status pasien belum tentu positif," katanya.

Meski begitu, pihaknya akhirnya menuruti keinginan warga untuk tidak melintasi permukiman tersebut, lalu petugas akhirnya memilih jalur alternatif untuk membawa jenazah menuju lokasi pemakaman.

"Akhirnya pelayat memilih jalan persawahan. Almarhumah juga sempat disalatkan di lokasi pemakaman yang kebetulan dekat dengan persawahan, lalu dimakamkan oleh anaknya. Sementara petugas medis, hanya mengantar hingga jalan raya," ujar Muhamad.

Muhamad Hidayat juga menuturkan, bahwa jenazah dimakamkan sudah mengikuti prosedur pemakaman PDP, yaitu dengan cara jenazah dikafani dan menggunakan peti, kemudian dibungkus lagi dengan menggunakan plastik.
×
Berita Terbaru Update