Notification

×

Iklan

Iklan

2 Bulan Dilarang Jualan Saat Pandemi, Suwanda: Belum Ada Bantuan Apa-apa dari Pemerintah

Senin, 27 April 2020 | 22.56 WIB Last Updated 2020-04-27T16:56:07Z
Reporter:
Mansur Kurdi
 | 
Editor:
Ilham Gunawan
Suwandi, pedagang kaki lima yang terdampak pandemi Covid-19.

Barakreportase.com, Indramayu - Pandemi Covid-19 di Indonesia selama dua bulan terakhir, ternyata banyak berdampak ke berbagai sektor. Bukan hanya kesehatan, namun juga merambah ke sektor ekonomi dan berimbas cukup parah.

Seperti yang dialami oleh seorang pedagang kaki lima di pasar malam (Sarlem), Suwanda (66), warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Pria yang berprofesi sebagai pedagang sepatu dan sandal di sarlem tersebut, mengaku selama dua bulan terakhir, mata pencahariannya mendadak berhenti. 

Pasalnya, sejak adanya imbauan pemerintah terkait larangan setiap kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, dirinya selalu dilarang oleh petugas gabungan ketika hendak berjualan, dengan dalih guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Saya dari dulu berprofesi sebagai pedagang saja, tidak ada usaha yang lainnya. Sementara, saya tidak berani berjualan karena seringkali ada razia gabungan dari pihak Kepolisian dan TNI juga Satpol PP, sedangkan saya harus makan dan bayar tagihan PDAM setiap bulannya, bagaimana saya tidak sedih," ujar Suwanda kepada Barakreportase.com, Senin (27/4/2020).

Suwanda mengatakan, sejak adanya pelarangan tersebut dirinya 'pontang-panting' hanya untuk mencari sesuap nasi. Bahkan hingga kini, belum ada bantuan sekalipun dari pihak Pemerintah yang sampai kepadanya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa namanya entah sudah atau belum terdaftar sebagai penerima bantuan yang rencananya akan disalurkan oleh Pemerintah kepada masyarakat yang terdampak.

"Saya sudah menanyakan ke kantor desa, tapi dari salah satu orang Perangkat desa mengatakan bahwa program bantuan sementara belum turun, juga belum diketahui siapa-siapa yang akan mendapat bantuan tersebut," lanjutnya. 

Selain itu, Suwandi berharap kepada Pemerintah, baik dari tingkat pusat hingga desa untuk memberikan perhatian dan bantuan terhadap orang sepertinya yang terkena dampak secara langsung dari pandemi Covid-19.
×
Berita Terbaru Update