Notification

×

Iklan

Iklan

Polri: Ada 51 Hoaks Terkait Virus Corona

Minggu, 29 Maret 2020 | 16.36 WIB Last Updated 2020-03-29T19:15:31Z
Ilustrasi hoaks terkait virus Corona (Doc: Istimewa).

BARAKreportase.com - Sudah ada sekitar 51 kasus berita bohong atau hoaks terkait virus Corona (Covid-19).

Hal ini diklaim oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri hingga saat ini.

"Sampai saat ini sudah ada 51 kasus sudah diungkap dan para pelaku sudah ditindak tegas," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Minggu (29/3/2020).


Namun Pihaknya tak menjelaskan lebih rinci di wilayah mana saja kasus hoaks itu terjadi, termasuk soal isi hoaks yang disebarkan dan identitas pelaku.

Argo menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku, sebagian besar mengaku hanya sekadar iseng saat membagikan hoaks tentang Covid-19 itu.

"Modus operasi pelaku yaitu iseng, bercandaan, dan ketidakpuasaan terhadap pemerintah," ujar Argo.

Para pelaku berdasarkan perbuatannya, dikenakan Pasal 45 dan 45A UU ITE serta Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

Tambahnya, Argo juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan berbagai informasi di media sosial.

"Apabila menerima broadcast/berita dari media sosial, agar disaring terlebih dahulu sebelum di-sharing ke media sosial," tuturnya.

Argo mengungkapkan, bahwa sebelumnya hingga Selasa (24/3), Polri mencatat ada sebanyak 45 kasus penyebaran hoaks terkait virus corona. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika merilis total konten hoaks dan disinformasi terkait virus Corona sebanyak 297 per 22 Maret.

Salah satu konten disinformasi yang berhasil dihimpun tim pengais konten negatif Kemenkominfo soal kabar pemerintah memutuskan melakukan lockdown demi menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. (red)




Editor: Ilham Gunawan 
×
Berita Terbaru Update