Notification

×

Iklan

Iklan

Perbedaan ODP, PDP dan Suspect, Ini Penjelasannya

Minggu, 29 Maret 2020 | 05.20 WIB Last Updated 2020-03-29T18:10:48Z
Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

BARAKreportase.com - Kasus positif virus Corona atau Coronavirus Disease (Covid-19) di Indonesia, hingga saat ini kian bertambah. 

Berdasarkan update data terakhir, bersumber dari Kemenkes, jumlah sementara untuk kasus positif virus Corona di Indonesia sudah mencapai di titik angka 1.155, Sabtu (28/3/2020). 120 orang di antaranya meninggal dunia dan 59 telah dinyatakan sembuh.

Meski demikian, ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dengan jelas mengenai Covid-19. Saat ini, banyak orang yang masih bingung dengan istilah ODP dan PDP yang sering muncul dalam pemberitaan.

Seperti yang telah dilansir oleh akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan @kemenkes_ri, terdapat tiga istilah yang sering dikaitkan dengan penyebaran Covid-19. Istilah tersebut adalah orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) hingga seseorang yang telah dinyatakan suspect terinfeksi virus Corona.

Seseorang akan disebut sebagai ODP, jika orang tersebut baru melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kesehatan serta Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk masyarakat di wilayah Indonesia.

Apabila mereka sakit dan menunjukkan gejala yang mengarah ke influenza dengan intensitas sedang atau berat, ciri-cirinya seperti batuk, flu, demam dan gangguan pernapasan, maka status mereka langsung dijadikan sebagai PDP. 

Dalam kondisi tersebut, Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib waspada, karena gejala yang muncul bisa jadi infeksi penularan Covid-19.

Tahap akhir, orang akan dinyatakan sebagai suspect, apabila PDP memiliki riwayat kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jika sudah seperti ini, maka pemeriksaan spesimen, wajib dilakukan. Saat ini, pemeriksaan spesimen tidak harus menunggu seseorang dinyatakan suspect terlebih dahulu.

Semua pasien dalam pengawasan (PDP), akan diperiksa dalam rangka menemukan hasil secara cepat. Spesimen ini diperiksa dengan menggunakan dua metode, yakni Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genom Sekuensing. 

Apabila dari hasil spesimen seseorang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, maka isolasi wajib dilakukan di rumah sakit rujukan, serta akan dilakukan pemantauan ketat hingga pasien dinyatakan sembuh.

Akan tetapi jika pasien dinyatakan negatif terinfeksi Covid-19, maka mereka boleh diizinkan untuk pulang, namun dengan catatat masih harus terus dipantau perkembangannya. (red)





Editor: Ilham Gunawan
×
Berita Terbaru Update