Notification

×

Iklan

Iklan

Pandemi Corona, Barcelona dan Madura United Potong Gaji Pemainnya

Rabu, 01 April 2020 | 06.09 WIB Last Updated 2020-03-31T23:19:45Z
Alberto Goncalves dan Lionel Messi

BARAKreportase.com - Di tengah pandemi Corona, tim raksasa sepak bola asal Spanyol Barcelona, mengambil langkah untuk memotong gaji para pemainnya sebesar 70 persen.

Barcelona resmi umumkan langkah tersebut pada Jum'at (27/3/2020), bahwa pemotongan gaji dilakukan kepada para pemain squad utama mereka.

Hal ini dibenarkan oleh Messi melalui unggahan di akun Instagram pribadi miliknya pada Senin (30/3/2020).

"Tiba saatnya untuk mengumumkan bahwa, terlepas dari pengurangan 70 persen dari gaji kami selama keadaan darurat," ujar Messi dalam unggahan Instagram-nya.

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi beban keuangan klub di tengah pandemi Corona.

Namun, kebijakan ini sempat menuai pro-kontra dan silang pendapat dari para pemain. Meskipun saat ini akhirnya telah satu suara setelah Messi memberikan keterangan terkait pemotongan gaji.

Kebijakan tersebut berdasarkan peraturan Rencana Penyesuaian Tenaga Kerja Sementara (ERTE) yang berlaku di Spanyol.

"Kami juga akan memberikan kontribusi sehingga karyawan klub bisa mendapatkan 100 persen dari gaji mereka selama situasi ini berlangsung," imbuh Messi.


Lakukan Hal yang Sama

Bukan hanya di Spanyol, klub sepak bola asal Indonesia Madura united juga lakukan kebijakan yang sama seperti klub Barcelona dalam menyikapi pandemi Corona.

Manajemen Madura United memutuskan untuk memotong gaji para pemainnya sebesar 75 persen, sesuai dengan surat edaran PSSI tertanggal 27 Maret 2020.

Surat tersebut berisi bahwa PSSI memperbolehkan klub Liga 1 maupun 2 untuk memotong gaji para pemainnya, selama kompetisi ditunda hingga 29 Mei mendatang, sambil menunggu keputusan selanjutnya tergantung situasi darurat bencana pandemi virus Corona. 

Bahkan, rencananya kompetisi juga terpaksa akan diberhentikan jika status tersebut diperpanjang oleh Pemerintah.

Kabar tersebut dibenarkan oleh penyerang klub asal Madura United Alberto "Beto" Goncalves, seperti yang dikutip BolaSport.

"Keputusan (pemotongan gaji) ini benar karena kalau kami (pemain) tidak bekerja, tim akan merugi," kata dia.

Lanjutnya, Beto menilai terkait imbauan PSSI tersebut adalah upaya untuk menyelamatkan keuangan tim selama kompetisi tidak berjalan. Ia juga legawa menerima kebijakan dari klubnya itu.

"Ini kan semua tahu, saat ini tidak ada pertandingan, tidak ada suporter, tidak ada pemasukan, jadi kami harus terima apa yang ada saat ini. Keputusan tim saat normal nanti, kami harus terima kembali lagi gaji yang utuh," ujar Beto. (red)




Editor: Ilham Gunawan
×
Berita Terbaru Update