Notification

×

Iklan

Iklan

Ilmuan Tengah Upayakan Vaksin Covid-19, Kapan Siap Diedarkan?

Minggu, 29 Maret 2020 | 19.43 WIB Last Updated 2020-03-29T18:09:44Z
Ilustrasi vaksin, (Doc: Istimewa).

BARAKreportase.com - Sejak World Health Organization (WHO) deklarasikan Covid-19 sebagai pandemi, semua mata tertuju pada pengembangan vaksin. Dalam hal ini virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Sebab, hanya vaksin yang bisa mencegah seseorang terhindar dari sebuah penyakit.

Saat ini terdapat 20 perusahaan yang berlomba menciptakan vaksin Covid-19. WHO menyebutkan, empat di antaranya menjadi kandidat kuat karena telah dites pada hewan.

Dari keempat calon vaksin tersebut, satu di antaranya dibuat oleh Moderna, perusahaan bioteknologi berbasis di Boston, AS. Rencananya, calon vaksin ini akan segera diuji pada manusia dalam waktu dekat.

Ditemukannya materi genetik virus SARS-CoV-2 oleh China, bantu wujudkan percepatan pembuatan vaksin ini. China menyebarkan runutan materi genetik ini pada Januari.

Tidak ada yang menyangka, bahwa pandemi saat ini disebabkan oleh salah satu jenis virus Corona. Para ahli memprediksikan, pandemi akan lebih mengarah pada flu sebagai sumber penyakitnya.

“Waktu pengembangan kandidat virus ini banyak dihabiskan untuk mempelajari bagaimana cara mengembangkan vaksin untuk virus Corona yang lain,” tutur Richard Hatchett, CEO dari Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (Cepi) yang berbasis di Oslo, Norwegia.

Dua virus corona sebelumnya yang juga dikenal adalah MERS dan SARS. Sementara, virus Corona yang lain mengacu pada SARS-CoV-2.

Melansir The Guardian, Minggu (29/3/2020), pada dua kasus virus Corona sebelumnya, vaksin dikembangkan usai berakhirnya outbreak. Perusahaan Moderna sendiri meneliti, vaksin untuk MERS lebih dulu lewat US National Institute of Allergy and Infectious Diseases di Bethesda, Maryland.

“Akselerasi dalam proses ini sangat dramatis. Dimulai dari SARS, kemudian MERS, kemudian digunakan untuk Covid-19,” tutur Dr Maria Van Kerkhove, Techical Lead dari WHO Emergencies Program seperti dikutip dari CNBC.

Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa uji klinis dan keamanan membutuhkan waktu sedikitnya 18 bulan. Sehingga WHO mengingatkan butuh waktu lama untuk vaksin tersedia untuk keperluan publik. (red)




Editor: Ilham Gunawan
×
Berita Terbaru Update